SEPUTAR INFO PENYAKIT DAN INFO KESEHATAN

 
Tampilkan postingan dengan label Kategori H. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kategori H. Tampilkan semua postingan

Hipertensi (Hypertension)

Hipertensi (Hypertension) merupakan kenaikan intermiten atau berlarut-larut dalam tekanan darah diastolik maupun sistolik yang muncul dalam dua tipe utama yaitu hipertensi esensial (juga disebut sebagai hipertensi primer atau idiopatik yang merupakan hipertensi paling umum) dan hipertensi sekunder (yang disebabkan oleh penyakit ginjal atau penyebab lain yang bisa di identifikasi). Hipertensi ganas merupakan bentuk hipertensi yang parah dan timbul sangat mendadak dan umum terjadi dalam kedua tipe hipertensi.
Hipertensi merupakan penyebab utama stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Prognosisnya baik jika gangguan ini di deteksi sejak dini dan jika mulai ditangani sebelum pasien mengalami komplikasi. Tekanan darah yang naik dengan hebat (krisis hipertensif) bisa berakibat fatal.


Hipertensi (Hypertension) | In Sehat

Hipertensi menyerang orang kulit hitam tiga kali lebih banyak daripada orang kulit putih. Jika tidak ditangani, hipertensi menimbulkan mortalitas tinggi. Akan tetapi di banyak kasus, penanganan dengan perawatan bertingkat memberi prognosis yang lebih baik.
Hipertensi sistolik memiliki resiko yang sama atau lebih besar daripada elevasi diastolik. Hipertensi sistolik umumnya terlihat pada lansia dan menimbulkan resiko stroke atau infarksi miokardial (myocardial infarction-MI). Hipertensi biasanya tidak menimbulkan efek klinis sampai terjadi perubahan vaskular di jantung, otak, atau ginjal. Kenaikan tekanan darah yang tinggi merusak intima pembuluh kecil, sehingga menyebabkan akumulasi fibrin di pembuluh, perkembangan edema lokal, dan bisa juga penggumpalan intravaskular.

Penyebab Hipertensi (Hypertension)
Hipertensi Esensial
- Tidak diketahui

Faktor Predisposisi
- Penuaan
- Riwayat keluarga
- Asupan lemak jenuh atau natrium yang tinggi
- Resistansi insulin
- Obesitas
- Ras (paling sering menyerang orang kulit hitam)
- Gaya hidup yang menuntut sering duduk dan tidak bergerak
- Stres
- Merokok

Hipertensi Sekunder
- Koarktasi aorta
- Sindrom cushing
- Obat, misalnya kokain, epoetin alfa, dan siklosporin
- Penggunaan kontraseptif hormonal
- Gangguan neurologis
- Feokromositoma
- Kehamilan
- Hiperaldosteroisme primer
- Disfungsi tiroid, pituitari, atau paratiroid

Tanda dan Gejala Hipertensi (Hypertension)
Gejala yang ditimbulkan oleh proses ini tergantung pada lokasi pembuluh yang rusak
- Otak : stroke
- Retina : kebutaan
- Jantung : beban kerja jantung meningkat sehingga menyebabkan hipertrofi ventrikular kiri dan kemudian gagal jantung sisi kiri dan kanan, MI dan edema pulmoner
- Ginjal : proteinuria, edema, dan gagal ginjal

Uji Diagnostik
- Pengukuran tekanan darah secara berturut-turut yang lebih dari 120/80 mmHg tetapi kurang dari 140/90 mmHg mengindikasikan prehipertensi; pengukuran yang lebih dari 140/90 mmHg memastikan hipertensi.
Hipertensi stadium I didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik yang lebih dari 139 tetapi kurang dari 160 mm Hg atau tekanan darah sistolik yang lebih dari 89 tetapi kurang dari 100 mmHg.
Hipertensi stadium II didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik yang lebih dari atau sama dengan 159 mm Hg atau tekanan darah diastolik yang lebih dari atau sama dengan 99 mm Hg.
- Auskultasi memperlihatkan bunyi abnormal di aorta abdominal dan arteri karotid, renal, dan femoral
- Oftalmoskopi memperlihatkan takikan arteriovenosa dan pada ensefalopati hipertensif, papiledema

Info artikel kesehatan menarik lain silahkan baca Hiperparatiroidisme. Untuk info produk alkes lengkap silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme ditandai dengan aktivitas berlebihan salah satu atau beberapa dari empat kelenjar paratiroid yang disebabkan oleh sekresi hormon paratiroid (parathyroid hormone-PTH) secara berlebihan.
Hipersekresi semacam ini memudahkan resorpsi tulang dan menyebabkan hiperkalsemia dan hipofosfatemia. Tanda dan gejala Hiperparatiroidisme primer disebabkan oleh hiperkalsemia dan biasanya muncul dalam beberapa sistem tubuh.
Hiperparatiroidisme primer umumnya di diagnosis melalui kenaikan kadar kalsium yang ditemukan pada profil laboratoris pasien yang tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). Hiperparatiroidisme primer menyerang wanita tiga kali lebih banyak daripada pria.

Penyakit Dalam

Penyebab Hiperparatiroidisme
- Adenoma
- Gagal ginjal kronis
- Absorpsi vitamin D atau kalsium oleh usus menurun
- Defisiensi vitamin D atau kalsium pada makanan
- Gangguan genetik
- Idiopatik
- Tercernanya obat, misalnya phenytoin
- Tercernanya laksatif
- Neoplasia endokrin multipel
- Osteomalasia

Tanda dan Gejala Hiperparatiroidisme
- Sistem saraf pusat : gangguan psikomotor dan kepribadian, depresi, psikosis yang terlihat jelas, stupor dan kemungkinan koma
- GI : pankreatitis yang menyebabkan nyeri epigastrik konstan dan parah yang memancar ke punggung, ulser peptik yang menyebabkan nyeri abdominal, anoreksia, mual dan muntah
- Neuromuskular : pelemahan dan atrofi otot, terutama di kaki
- Renal : poliuria, nefrokalsinosis akibat kenaikan kadar kalsium dan kemungkinan nefrolitiasis kambuhan, bisa menyebabkan insufisiensi renal
- Skeletal dan artikular : nyeri kronis di punggung bawah dan mudah mengalami fraktur akibat degenerasi tulang, pelunakan tulang, kondrokalsinosis, osteopenia dan osteoporosis, terutama di vertebra, erosi permukaan yuksta-artikular, fraktur subkondral, sinovitis traumatik dan pseudogout

Uji Diagnostik
Penyakit Primer
- Konsentrasi PTH serum yang tinggi pada radioimmunoassay dengan hiperkalsemia yang menyertai memastikan diagnosis.
- Sinar-X menunjukkan demineralisasi difusi tulang, kista tulang, absorpsi tulang kortikal luar, dan erosi subperiosteal falang dan klavikel distal
- Pemeriksaan mikroskopis tulang dengan uji, misalnya spektrofotometri sinar-X menunjukkan pergantian tulang meningkat
- Uji laboratoris memperlihatkan kenaikan kadar kalsium dan klorida urin dan serum dan kadar fosforus serum turun
- Hiperparatiroidisme bisa menaikkan kadar asam urat dan kreatinin dan juga sekresi asam basal dan kadar gastrin imunoreaktif serum
- Kenaikan kadar amilase serum bisa mengindikasikan pankreatitis akut.

Penyakit Sekunder
- Pada penderita Hiperparatiroidisme sekunder, hasil uji laboratoris menunjukkan kadar kalsium serum yang normal atau sedikit turun dan berbagai kadar fosforus serum, terutama jika Hiperparatiroidisme disebabkan oleh riket, oesteomalasia, atau penyakit ginjal
- Nilai laboratoris dan temuan pemeriksaan fisik lain mengidentifikasi penyebab Hiperparatiroidisme sekunder.

Tindakan Penanganan
Penyakit Primer
- Pembedahan membuang adenoma atau tergantung pada tingkat hiperplasia, semua kecuali setengah dari satu kelenjar (bagian kelenjar yang tersisa diperlukan untuk mempertahankan kadar PTH normal)
- Tambah asupan cairan
- Batasi asupan kalsium pada makanan
- Lakukan infusi larutan garam normal secara I.V.
- Furosemide atau asam ethacrynic membantu ekskresi natrium dan kalsium
- Natrium atau kalium fosfat oral, kalsitonin, atau plicamycin juga digunakan untuk membantu ekskresi natrium dan kalsium
- Pemberian magnesium secara I.V dan larutan fosfat atau natrium fosfat melalui mulut atau enema retensi bisa diberikan jika pasien berpotensi mengalami defisiensi magnesium dan fosfat setelah operasi
- Suplemen kalsium diberikan selama 4 sampai 5 hari pertama setelah pembedahan, jika kalsium serum berkadar rendah normal
- Vitamin D atau kalsitriol juga bisa digunakan untuk menaikkan kadar kalsium serum.

Penyakit Sekunder
- Koreksi penyebab hipertrofi paratoroid dengan terapi vitamin D atau pada pasien yang menderita penyakit ginjal, beri sediaan kalsium oran untuk menurunkan kadar kalsium.

Info artikel menarik lain silahkan baca Hiperlipoproteinemia . Untuk info produk alkes lengkap silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.


Hiperlipoproteinemia

Hiperlipoproteinemia merupakan gangguan turun temurun yang ditandai dengan kenaikan konsentrasi plasma dari satu lipoprotein atau lebih. Hiperlipoproteinemia juga bisa menyertai kondisi lain, misalnya diabetes, pankreatitis, hipotiroidisme, dan penyakit ginjal.
Gangguan ini menyerang transpor lipid dalam serum dan menyebabkan berbagai macam perubahan klinis, dari gejala yang relatif ringan yang bisa dikoreksi dengan pengaturan makanan sampai pankreatitis yang berpotensi fatal.
Hiperlipoproteinemia muncul dalam lima gangguan metabolik yang berbeda. Tipe I dan III dihantarkan sebagai sifat resesif autosomal, sedangkan tipe II, IV, dan V dihantarkan sebagai sifat dominan autosomal.


Penyakit Dalam

Tanda dan Gejala
Hiperlipoproteinemia Tipe I
- Spasma abdominal, rigiditas, atau perih yang timbul dan hilang
- Anoreksia
- Demam
- Hepatosplenomegali disertai pelunakan di hati atau limpa
- Lipemia retinalis (pembuluh retinal berwarna putih kemerahan)
- Tidak enak badan
- Xantoma papular atau eruptif (endapan lemak kutaneus berwarna kuning kemerah-jambuan) di titik yang ditekan dan permukaan ekstensor
- Serangan rekuren nyeri abdominal parah yang menyerupai pankreatitis biasanya didahului oleh masuknya lemak ke dalam tubuh.

Hiperlipoproteinemia Tipe II
- Aterosklerosis terakselerasi dan penyakit arteri koroner (coronary artery disease-CAD) prematur
- Arkus korneal juvenil (cincin buram yang mengelilingi periferi korneal)
- Poliartritis rekuren
- Xantoma tendinosa (gumpalan padat) di tendon achilles dan tendon di tangan dan kaki bawah
- Tenosinovitis
- Xantoma tuberose
- Xantelasma

Hiperlipoproteinemia Tipe III
- Xantoma palmar di tangan, terutama diujung jari tangan
- Penyakit vaskular periferal yang termanifestasi dengan klaudikasi atau xantoma tuberoeruptif (lesi lunak, terinflamasi dan pedunkular) di siku dan lutut
- Aterosklarosis prematur

Hiperlipoproteinemia Tipe IV
- Diabetes
- Hipertensi
- Obesitas
- Predisposisi terhadap aterosklerosis dan CAD

Hiperlipoproteinemia Tipe V
- Nyeri abdominal
- Xantoma eruptif di permukaan ekstensor lengan dan kaki
- Hepatosplenomegali
- Lipemia retinalis
- Pankreatitis
- Neuropati periferal

Tindakan Penanganan
- Tangani semua masalah mendasar misalnya diabetes
- Penderita tipe II, III dan IV tanpa mengalami masalah mendasar bisa merespons pengaturan makanan
- Terapi obat

Tipe I
- Lakukan penurunan berat badan jangka panjang dan batasi asupan lemak sampai kurang dari 20 g/hari. Makanan trigliserida rantai medium 20 sampai 40 g/hari bisa diberikan sebagai suplemen asupan kalori
- Hindari makanan dan minuman beralkohol untuk menurunkan trigliserida plasma

Tipe II
- Pengaturan makanan mengembalikan kadar lipid normal dan mengurangi resiko aterosklerosis
- Makanan sebaiknya kaya lemak polyunsaturated
- Atorvastatin (lipitor) dan fenofibrate (tricor) bisa membantu menurunkan kadar di kombinasikan dengan terapi makanan

Tipe III
- Pengaturan makanan meliputi pembatasan asupan kolesterol sampai kurang dari 300 mg/hari
- Clofibrate, atorvastatin dan niacin digunakan untuk menurunkan kadar lipid darah
- Penurunan berat badan bisa bermanfaat

Tipe IV
- Penurunan berat badan bisa menormalkan kadar lipid darah tanpa penanganan tambahan
- Pengaturan makanan jangka panjang antara lain dengan membatasi asupan kolesterol, menambah lemak polyunsaturated dan menghindari makanan dan minuman beralkohol
- Clofibrate, atorvastatin, fenofibrate, dan niacin bisa menurunkan kadar lipid plasma

Tipe V
- Penanganan antara lain dengan menurunkan berat badan dan menjaga makanan rendah lemak
- Makanan dan minuman beralkohol harus dihindari
- Niacin, clofibrate, gemfirozil, dan makanan triglicerida rantai medium 20 sampai 40 g/hari bisa terbukti bermanfaat.

Info artikel menarik lain silahkan baca Hiperhidrosis (Keringat Berlebihan), sedang untuk info produk alkes lengkap lain silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com. 

Hiperhidrosis (Keringat Berlebihan)

Hiperhidrosis merupakan sekresi keringat berlebihan dari kelenjar ekrin dan biasanya muncul di aksila dan di telapak tangan dan telapak kaki (umumnya dimulai saat masa bayi atau masa kanak-kanak).

Penyakit Kelainan

Penyebab Hiperhidrosis
- Obat tertentu misalnya antipiretik, emetik, meperidine (demerol), dan antikolinestrase
- Olahraga dan iklim panas
- Faktor genetik

Faktor Predisposisi
- Gangguan kardiovaskular, misalnya syok dan gagal jantung
- Gangguan sistem saraf pusat (paling umum adalah lesi hipotalamus)
- Diabetes selama krisis hipoglikemik
- Penyakit graves
- Infeksi dan penyakit kronis, misalnya TBC, malaria, dan limfoma
- Menopause
- Feokromositoma
- Penghentian obat atau alkohol

Tanda dan Gejala Hiperhidrosis
- Dermatitis kontak dari pewarna pakaian
- Keringat aksilar ekstrem
- Keringat telapak kaki ekstrem
- Keringat yang sangat banyak di telapak tangan

Tindakan Penanganan
- Aluminium klorida 20% dalam etanol absolut mengurangi perspirasi berlebihan
- Formaldehida juga bisa digunakan tetapi bisa menyebabkan sensitisasi kontak alergis
- Glutaraldehida menimbulkan sensitivitas kontak yang lebih kecil daripada formaldehida tetapi bisa menodai kulit. Glutaraldehida lebih sering digunakan di kaki daripada di tangan dalam bentuk rendaman atau digunakan secara langsung beberapa kali perminggu dan kemudian setiap minggu seperlunya
- Antikolinergis kecuali pada pasien yang menderita glaukoma atau hiperplasia prostatik jinak
- Pembuangan kelenjar keringat aksilar secara lokal atau sebagai upaya terakhir servikotoraks atau simpatektomi lumbar bisa dibutuhkan untuk hiperhidrosis parah yang tidak responsif terhadap terapi konservatif
- Iontoforesis air ke dalam area kulit yang terlibat bisa di capai dengan alat yang bisa dibeli oleh pasien.

Info artikel menarik lain silahkan baca Hiperaldosteronisme, untuk info produk alkes lengkap silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.


Hiperaldosteronisme (Hyperaldosteronism)

                  Hiperaldosteronisme (Hyperaldosteronism) juga dikenal sebagai aldosteronisme, hipersekresi aldosteron mineralokortikoid oleh korteks adrenal menyebabkan absorpsi natrium dan air secara berlebihan dan ekskresi kalium oleh ginjal secara berlebihan.
Insidensi Hiperaldosteronisme primer tiga kali lebih tinggi pada wanita daripada pria dan paling tinggi antara usia 30 dan 50 tahun.
Jika hipokalemia terjadi pada pasien hipertensif segera setelah dimulainya penanganan dengan diuretik pembuang kalium (misalnya thiazide), dan jika hipokalemia ini masih ada setelah diuretik tidak lagi digunakan dan terapi penggantian kalium telah dimulai, pasien memerlukan evaluasi hiperaldosteronisme.


Penyakit Dalam

Penyebab 
Hiperaldosteronisme Primer
- Adenoma jinak pada adrenal yang memproduksi aldosteron (umum)
- Hiperplasia adrenal bilateral (tidak umum)
- Karsinoma adrenal (jarang)
- Masuknya locorice hitam inggris atau substansi yang menyerupai ke dalam tubuh secara berlebihan, menimbulkan sindrom yang mirip akibat tindakan mineralokortikoid dari asam glycyrrbizic

Hiperaldosteronisme Sekunder
- Keabnormalan ekstra adrenal yang menyebabkan stimulasi kelenjar adrenal, sehingga mengakibatkan produksi aldesteron meningkat
- Sindrom nefrotik, sirosis hepatik disertai askites dan gagal jantung (umumnya memicu edema), sindrom barrter dan nefritis yang menyebabkan hilangnya garam (tidak memicu edema)
- Tumor wilms, kontraseptif hormonal dan kehamilan (kondisi yang memicu hipertensi melalui peningkatan produksi renin)

Tanda dan Gejala Hiperaldosteronisme
- Azotemia
- Letih
- Sakit kepala
- Hipertensi
- Hipokalemia
- Paralisis intermiten dan samar
- Pelemahan otot
- Iritabilitas neuromuskular
- Parestesia
- Polidipsia
- Poliuria
- Kontrol glukosa pada pasien diabetik yang memburuk

Tindakan Penanganan
- Adrenalektomi unilateral dibutuhkan untuk adenoma yang memproduksi aldosteron.
Diuretik penyerap kalium mengontrol hiperaldosteronisme
- Penanganan sebaiknya juga mengoreksi penyebab (hiperaldosteronisme sekunder).

Info artikel menarik lain silahkan baca Penyakit Hidronefrosis, sedang untuk info alat kedokteran dan alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang usaha masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.

Hidronefrosis (Hydronephrosis)

            Hidronefrosis (Hydronephrosis) merupakan dilasi abnormal pelvis renal dan kaliks satu atau kedua ginjal dan disebabkan oleh obstruksi aliran urin dalam traktus genitourinari. Walaupun mungkin obstruksi parsial dan hidronefrosis pada awalnya tidak menimbulkan gejala, tekanan yang terbentuk di balik area obstruksi akhirnya menyebabkan disfungsi renal simtomatik (menimbulkan gejala).
Komplikasi paling umum dari ginjal yang mengalami obstruksi adalah infeksi (pielonefritis) akibat statis kencing yang memperburuk kerusakan ginjal dan bisa menyebabkan krisis yang mengancam jiwa, ileus paralitik umumnya menyertai uropati obstruktif akut.


Penyakit Infeksi

Penyebab Hidronefrosis
- Hiperplasia prostatik jinak (benign prostatic hyperplasia-BPH), striktur uretral dan kalkulus
- Tidak sering terjadi : striktur atau stenosis ureter atau jalan keluar kandung kemih, keabnormalan kongenital, tumor abdominal, gumpalan darah, kandung kemih neurologis, dan tumor ureter dan kandung kemih
- Obstruksi ureter (biasanya unilateral)
- Obstruksi uretra atau kandung kemih (biasanya bilateral)
- Obstruksi total aliran urin disertai dilasi sistem pengumpul yang menyebabkan atrofi kortikal menyeluruh dan penghentian filtrasi glomerular

Tanda dan Gejala Hidronefrosis
- Aliran urin berkurang
- Hematuria, piuria, disuria, oliguria, dan poliuria bergantian dan anuria menyeluruh
- Nyeri ringan
- Mual, muntah, abdomen terasa penuh, nyeri saat kencing, penetesan dan keraguan
- Nyeri hebat ginjal atau nyeri samar dibagian samping tubuh yang bisa memancar ke pangkal paha
- Nyeri unilateral jika pasien mengalami obstruksi unilateral

Uji Diagnostik
- Urografi ekskretorik, pielografi retrograd, USG renal dan studi fungsi ginjal positif jika terjadi hidronefrosis

Tindakan Penanganan
- Penanganan bisa mempertahankan fungsi ginjal dan mencegah infeksi melalui pembedahan untuk membuang obstruksi, misalnya dilasi untuk striktur uretra dan prostatektomi untuk BPH
- Jika fungsi ginjal diserang, terapi bisa meliputi makanan rendah protein, natrium dan kalium. Makanan ini dirancang untuk menghentikan perkembangan gagal ginjal sebelum pembedahan
- Obstruksi yang tidak dapat dibedah bisa membutuhkan dekompresi dan drainase ginjal, menggunakan pipa nefrostomi yang ditempatkan sementara atau secara permanen di pelvis renal
- Infeksi yang muncul bersama membutuhkan terapi antibiotik yang tepat.

Info artikel menarik lain silahkan baca Penyakit Hidrosefalus (Hydrocephalus), sedang untuk info alat kedokteran dan alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang usaha masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.

Hidrosefalus (Hydrocephalus)

             Hidrosefalus (Hydrocephalus) merupakan akumulasi cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid-CSF) berlebihan di dalam ruang ventrikular otak dan paling sering menyerang neonatus. Hidrosefalus juga bisa muncul pada orang dewasa akibat cedera atau penyakit. Pada bayi Hidrosefalus menyebabkan pembesaran kepala, dan kompresi yang diakibatkan hidrosefalus bisa merusak jaringan otak.
Dengan deteksi dini dan intervensi pembedahan, prognosisnya membaik namun kita masih harus berhati-hati. Bahkan setelah pembedahan, pasien bisa menderita komplikasi, misalnya keterlambatan perkembangan, kerusakan fungsi motorik, dan kehilangan penglihatan. Tanpa pembedahan, prognosisnya buruk. Mortalitas bisa disebabkan oleh kenaikan tekanan intrakranial (intracranial pressure-ICP) pada orang segala usia, dan bayi bisa meninggal secara prematur akibat infeksi dan malnutrisi.


Penyakit Kepala

Penyebab Hidrosefalus
- Kesalahan absorpsi CSF (Hidrosefalus berkaitan / communicating)
- Obstruksi aliran CSF (Hidrosefalus tidak berkaitan / non communicating)

Hidrosefalus Tidak Berkaitan
- Kesalahan fatal dalam perkembangan, infeksi (sifilis, penyakit granulomatosa, meningitis), tumor, aneurisma serebral, atau gumpalan darah
- Obstruksi antara ventrikel ketiga dan keempat, di akuaduk sylvius disaluran keluar ventrikel keempat (foramina luschka dan magendie), atau foramen monro (jarang)

Hidrosefalus Berkaitan
- Kesalahan absorpsi CSF akibat pembedahan untuk memperbaiki mielomeningokel, melekatnya meninges di dasar otak, atau hemoragi meningeal
- Tumor di pleksus koroid yang menyebabkan produksi CSF berlebih (jarang)

Tanda dan Gejala Hidrosefalus
Pada Bayi
- Vena kulit kepala mengalami distensi, kulit kepala tipis, mengkilap, dan terlihat rapuh, dan otot leher kurang berkembang
- Pembesaran kepala jelas tidak proporsional dengan pertumbuhan bayi
- Fontanel yang benar-benar menegang saat bayi duduk
- Pada hidrosefalus parah : depresi akar orbit, pemindahan mata ke bawah, sklerae prominen, tonus otot kaki abnormal, iritabilitas, anoreksia, muntah proyektil dan tangis bernada tinggi dan melengking

Pada orang dewasa dan anak yang lebih tua
- Tingkat kesadaran menurun, sakit kepala, mual, muntah dan gejala kenaikan ICP
- Ataksia, inkontinensi dan gangguan kecerdasan

Tindakan Penanganan
- Pembedahan koreksi terdiri dari pemasukan shunt ventrikuloperitoneal yang mentranspor cairan yang berlebih dari ventrikel otak ke rongga peritoneal
- Jika pasien juga mengalami masalah abdominal, prosedur yang dilakukan adalah pemasukan shunt ventrikuloatrial yang mengalirkan cairan dari ventrikel lateral otak ke atrium kanan jantung, dan cairan akan membuat jalannya menuju sirkulasi venosa
- Ventrikulostomi ketiga endoskopis membuat saluran antara ventrikel ketiga dan sisterna basal. Prosedur ini dilakukan untuk Hidrosefalus tidak berkaitan yang diderita pasien yang berusia lebih dari 2 tahun.

Info artikel menarik lain silahkan baca Penyakit Huntington, sedang untuk info alat kedokteran dan alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang usaha masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.

Huntington Disease (Penyakit Huntington)

                Penyakit Huntington (Huntington Disease) yang juga disebut korea huntington, korea herediter, korea progresif kronis, dan korea orang dewasa merupakan penyakit herediter saat degenerasi dalam korteks serebral dan ganglia basal menyebabkan korea progresif kronis (gerakan seperti menari) dan deteriosasi kognitif dan akhirnya mengekibatkan demensia.
Penyakit Huntington biasanya menyerang orang berusia 25 sampai 55 tahun (rata-rata usia 35 tahun), 2% kasus menyerang anak-anak dan 5% menyerang orang berusia akhir 60 tahun, dan muncul pada pria sama banyaknya pada wanita. Penderita biasanya meninggal 10 sampai 15 tahun setelah serangan karena bunuh diri, gagal jantung atau pneumonia.
Karena bersifat turun-temurun, penyakit huntington umum terjadi di area yang menjadi tempat tinggal keluarga yang telah hidup selama beberapa generasi. Pengujian genetik dilakukan pada orang yang diketahui memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarganya.
Diagnosis didasarkan pada riwayat klinis yang khas : korea dan demensia progresif, gangguan yang menyerang saat berusia pertengahan (usia 35 sampai 40 tahun) dan kepastian hubungan genetik.


Penyakit Saraf

Penyebab Penyakit Huntington
- Sifat dominan autosomal yang ditularkan dan diturunkan oleh pria maupu wanita dengan 50% resiko dimiliki oleh tiap anak dari salah satu orang tua yang menderita penyakit ini.

Tanda dan Gejala Penyakit Huntington
Manifestasi Neurologis
- Bradikinesia (gerakan lambat) yang disertai rigiditas tetapi tanpa disertai hilangnya kekuatan otot
- Gerakan koreik : cepat, biasanya kasar, tidak bermakna; awalnya unilateral dengan lebih banyak melibatkan wajah dan lengan daripada kaki; berkembang dari kegelisahan ringan menjadi menyeringai, mengecap-ngecapkan lidah, disartria (bicara tidak jelas), gerakan atetoid (kontraksi otot lambat dan terpelintir, terutama otot tangan) yang berkaitan dengan keadaan emosional dan tortikolis (kotraksi otot leher)
- Kombinasi korea, bradikinesia dan kekuatan otot normal yang menyebabkan terganggunya gerakan volunter dan involunter
- Disartria (serangan awal) : kemungkinan diperumit dengan perservasi (perulangan kata secara persisten), apraksia oral (kesulitan mengkoordinasi gerakan mulut) dan aprosody (ketidakmampuan mengeluarkan atau menterjemahkan nada bahasa secara akurat)
- Disfagia (sering terjadi pada stadium atas)

Manifestasi Kognitif
- Defisit fungsi eksekutif (merencanakan, mengorganisasi, mengatur, dan memprogram)
- Demensia (serangan awal, diawali dari sub-korteks)
- Gangguan kontrol impuls

Manifestasi Psikiatrik
- Depresi (bisa disertai komponen manik)
- Iritabilitas, labilitas, impulsif, dang tingkah laku agresif
- Psikosis dan tingkah laku obsesif kompulsif (jarang terjadi)

Tindakan Penanganan
- Perintang dopamine, misalnya haloperidol (haldol), membantu mengontrol gerakan koreik dan mengurangi tingkah laku abnormal
- Amantadine (symmetrel) bisa digunakan untuk mengontrol gerakan ekstra
- Beberapa bukti menunjukkan koenzim Q10 bisa mengurangi perkembangan penyakit secara minimal
- Psikoterapi untuk mengurangi keresahan dan stres juga bisa dilakukan
- Pelembagaan diperlukan jika pasien menderita deteriorasi mental.

Info artikel menarik lain silahkan baca Human Immunodeficiency Virus Infection(Infeksi HIV) , sedangkan untuk info alat kedokteran dan alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang usaha masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.

Hodgkin Disease (Penyakit Hodgkin)

Penyakit Hodgkin (Hodgkin Disease) merupakan penyakit neoplastik yang ditandai dengan pembesaran progresif nodus limfa, limpa, dan jaringan limfoid lain yang tidak terasa menyakitkan dan disebabkan oleh proliferasi limfosit, histiosit, eosinofil dan sel raksasa Reed-Sternberg. Sel yang terakhir ini merupakan ciri khas istimewa dari penyakit hodgkin.
Jika tidak ditangani, penyakit hodgkin akan mengikuti berbagai macam rangkaian progresif yang keji dan berakibat fatal. Kemajuan terapi membuat penyakit hodgkin berpotensi bisa disembuhkan, bahkan jika memasuki stadium atas dan penanganan yang tepat menghasilkan tingkat bertahan hidup selama 5 tahun sebesar 90%.
Penyakit hodgkin paling sering menyerang orang dewasa dan lebih sering muncul pada pria daripada wanita. Penyakit hodgkin muncul di semua ras tetapi sedikit lebih banyak menyerang orang kulit putih. Puncak insidensinya ada dua kelompok usia yaitu 15 sampai 38 tahun dan setelah 50 tahun.


Penyakit Dalam

Penyebab penyakit hodgkin
- Tidak diketahui

Faktor Predisposisi
- Lingkungan
- Genetik
- Virus

Tanda dan Gejala
Tanda awal
- Pembesaran nodus limfa : serangan mendadak disertai nyeri dan obstruksi atau serangan lambat yang tidak menyakitkan, atau kemungkinan pembesaran nodus limfa secara bertambah besar dan memucat (tidak kembali ke ukuran normal)
- Pembengkakkan salah satu nodus limfa servikal yang tidak menyakitkan
- Demam persisten, keringat di malam hari, letih, berat badan turun, dan tidak enak badan
- Pruritus (awalnya ringan dan menjadi akut saat penyakit berkembang)
- Gejala respiratorik (jika mediastinum terlibat)

Tanda lanjutan
- Edema wajah dan leher
- Suseptibilitas terhadap infeksi meningkat
- Nyeri berat
- Kemungkinan sakit kuning
- Anemia progresif
- Manifestasi sistemik : pembesaran nodus retroperitoneal dan infiltrasi nodular pada limfa, hari dan tulang.

Uji Diagnostik
- Biopsi nodus limfa menunjukkan proliferasi histiosit abnormal (sel tumor raksasa atipikal) dan fibrosis dan nekrosis nodular
- Biopsi sumsum tulang, hati, mediastinal, nodus limfa, dan limfa, sinar x-dada, CT scan pada abdomen, scan paru-paru, scan tulang, dan limfangiografi bisa digunakan untuk mendeteksi keterlibatan nodus limfa atau organ
- Laparoskopi dan biopsi nodus limfa dilakukan untuk menentukan stadium secara lengkap
- Uji hematologis menunjukkan anemia normositik ringan sampai berat, anemia normokromik (pada 50% pasien) dan jumlah sel darah putih yang meningkat, normal, maupun berkurang yang menunjukkan semua kombinasi neutrofilia, limfositopenia, monositosis dan eosinofilia
- Kenaikan kadar alkalin fosfatase serum mengindikasikan keterlibatan hati dan tulang
- Laparotomi untuk menentukan stadium diperlukan pasien yang berusia kurang dari 55 tahun dan pasien yang tidak memasuki stadium III dan IV secara nyata, tanpa histologi subtipe predominansi limfosit atau tanpa kontraindikasi medis

Tindakan Penanganan
- Terapi radiasi digunakan sendiri untuk stadium I dan II, dan dikombinasikan dengan kemoterapi untuk stadium III
- Kemoterapi biasanya dikombinasikan dengan agens, digunakan untuk stadium IV, kadang-kadang bisa menyebabkan remisi menyeluruh
- Antimetik, sedatif, atau antidiareal untuk melawan efek merugikan Gi dari radiasi dan kemoterapi
- Agens kemoterapeutik dosis tinggi bisa digunakan bersama dengan transplantasi sumsum tulang autolog
- Transfusi sternal darah periferal autolog atau transplantasi sumsum tulang autolog merupakan penanganan lain

Info artikel menarik lain silahkan baca Penyakit Hernia Hiatal, sedang untuk info alat kedokteran dan alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Hernia Hiatal

Hernia Hiatal merupakan kelainan dalam diafragma yang menyebabkan sebagian lambung melewati lubang diafragmatik ke dalam dada. Hernia Hiatal terdiri dari tiga tipe, yaitu :
1.Hernia tergelincir (sliding)
2.Hernia paraesofageal (menggulung/rolling)
3.Hernia campuran


Penyakit Pernapasan

Hernia tergelincir, lambung dan tautan gastroesofageal tergelincir menuju dada sehingga tautan gastroesofageal berada diatas hiatus diafragmatik. Pada hernia paraesofageal sebagian kurvatur yang lebih besar pada lambung bergulung melewati kelainan diafragmatik. Penanganan bisa mencegah komplikasi, misalnya strangulasi bagian intratoraks lambung yang mengalami hernia. Hernia campuran memiliki ciri khas dan hernia tergelincir dan hernia menggulung.
Insidensi Hernia Hiatal lebih tinggi pada wanita daripada pria (terutama tipe paraesofageal) dan insidensi semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Sekitar 60% orang mengalami Hernia Hiatal saat berusia 60 tahun, tetapi sebagian besar tidak menunjukkan gejala.

Penyebab Hernia Hiatal
- Malformasi diafragmatik yang menyebabkan pelemahan kongenital
- Kenaikan tekanan intra-abdominal akibat asites, kehamilan, obesitas, pakaian ketat, membengkokkan badan, mengejan, batuk manuver valsava, atau latihan fisik ekstrem
- Melonggarnya kerah muskular disekitar taut esofageal dan diafragmatik yang menyebabkan bagian bawah esofagus dan lambung masuk ke dada
- Pelemahan otot akibat penuaan, kanker esofageal, kifoskoliosis, trauma, dan prosedur pembedahan tertentu

Tanda Dan Gejala Hernia Hiatal
Hernia Paraesofageal
- Perasaan penuh di dada atau nyeri yang menyerupai angina pektoris

Hernia Tergelincir
- Tanpa sfingter esofageal bawah (lower esophagealsphincter-LES) inkompeten
- Dengan LES inkompeten : pirosis (smulas), serangan 1 sampai 4 jam setelah makan, yang memburuk saat bersandar, bersendawa, dan tekanan intra-abdominal naik, bisa disertai regurgitasi atau muntah; nyeri dada retrosternal atau substernal akibat refluksi konten gastrik, distensi lambung, umumnya terjadi setelah makan atau saat tidur dan memburuk saat bersandar, bersendawa dan tekanan intra-abdominal naik
- Gejala yang merefleksikan kemungkinan komplikasi
- Pendarahan : ringan atau sangat berat, jelas atau samar disebabkan oleh esofagitis atau erosi kantung gastrik
- Disfagia akibat asofagitis, ulserasi esofageal, atau striktur, terutama saat mengkonsumsi makanan yang sangat panas atau dingin, makanan dan minuman beralkohol atau makanan dalam jumlah banyak
- Nyeri parah dan syok akibat inkarserasi bisa menyebabkan perforasi ulser gastrik dan strangulasi serta gangren pada bagian lambung yang mengalami hernia

Tindakan Penanganan
- Terapi medis mencoba memodifikasi atau mengurangi refluks dengan mengubah kuantitas atau kualitas refluks konten gastrik, memperkuat otot LES secara farmakologis atau mengurangi banyaknya refluks melalui gravitasi
- Batasi aktivitas apapun yang bisa meningkatkan tekanan intra-abdominal (batuk, mengejan, membengkokkan badan)
- Lakukan program berhenti merokok karena rokok menstimulasi produksi asam gastrik
- Lakukan modifikasi makanan berikut : makan dalam jumlah sedikit namun sering setidaknya setiap 2 jam sebelum berbaring (jangan beri makanan kecil sebelum tidur), makan pelan-pelan, hindari makanan yang menyebabkan iritasi, minuman beralkohol dan kopi
- Antasid memodifikasi cairan yang mengalami refluks ke dalam esofagus dan kemungkinan merupakan penanganan terbaik untuk refluks intermitten
- Untuk mengurangi banyaknya refluks, pasien yang kelebihan berat badan sebaiknya menurunkan berat badannya untuk mengurangi tekanan intra-abdominal.
- Terapi obat untuk memperkuat tonus sfingter kardiak bisa meliputi agens kolinergis, misalnya bethanechol (duvoid)
- Metoclopramide (reglan) juga telah digunakan untuk menstimulasi kontraksi otot halus, meningkatkan tonus LES dan mengurangi refluks setelah makan.

Info artikel tentang macam-macam penyakit lainnya silahkan baca Penyakit Herpes Zoster.

Herpes Simplex Viral Infection (Herpes Simplex Virus)

Herpes Simplex Virus (HSV) merupakan infeksi virus rekuren yang tidak menimbulkan gejala di sekitar 85% kasus. Kasus lain menimbulkan lesi setempat dan reaksi sistemik. Setelah Infeksi pertama, pasien menjadi pembawa (carrier) yang suseptibel terhadap infeksi rekuren, yang bisa dibangkitkan oleh demam, mens, stress, panas, dan dingin. Pada infeksi rekuren pasien biasanya tidak menunjukkan tanda dan gejala konstitusional.


In Sehat

Herpesvirus hominis, yang merupakan agens menular luas menyebabkan dua tipe yang berbeda secara serologis. Tipa 1 (HSV-1) paling sering ditularkan melalui kontak dengan sekresi oral dan menjadi penyebab utama dari gingivostomatitis pada anak-anak berusia 1 sampai 3 tahun. HSV-1 menyebabkan ensefalitis nonepidemik yang paling umum dan merupakan penyebab kedua terbanyak dari infeksi akibat virus pada wanita hamil. Virus ini bisa menular ke fetus secara transplasental dan di awal kehamilan bisa menyebabkan aborsi spontan atau kelahiran prematur. Infeksi primer pada masa kanak-kanak bisa tergeneralisasi atau setempat. Tipe 2 (HSV-2) paling sering ditularkan melalui kontak dengan struktur genital.
Herpes menyerang pria sama banyaknya dengan wanita. Herpes muncul di seluruh dunia dan prevalensinya paling tinggi pada anak-anak dari kelompok sosial ekonomi rendah yang tinggal di lingkungan padat penduduk. Saliva, tinja, urin, lesi kulit, dan eksudat mata purulen berpotensi menjadi sumber infeksi.

Penyebab Herpes Simplex Virus
- Agens menular herpesvirus hominis

Herpes Tipe 1 (HSV-1)
- Sekresi oral dan respiratorik

Herpes Tipe 2 (HSV-2)
- Infeksi silang (dalam kontak orogenital)
- Kontak seksual

Tanda dan Gejala Herpes Simplex Virus
HSV Perioral Primer
- Saliva meningkat
- Nyeri parah di mulut, halitosis
- Vesikel kecil di dasar eritematosa
- Sakit tenggorokan, demam, anoreksia, dan adenopati

Uji Diagnostik
- Kepastian diagnosis membutuhkan isolasi virus dari lesi dan biopsi histologis
- Antibodi yang meningkat dan leukositosis menengah mendukung diagnosis

Tindakan Penanganan
- Analgesik dan antipiretik meringankan nyeri dan menurunkan demam
- Pencuci mulut anestetik, misalnya lidocaine kental, membantu mengurangi nyeri akibat gingivostomatitis
- Agens pengering, misalnya losion kalamin, mengurangi nyeri akibat lesi labial
- Acyclovir (zovirax) bisa membantu pasien yang menderita herpes genital atau pasien yang mengalami imunosupresi dan sering menderita kambuhan parah. Obat ini tersedia dalam bentuk topikal, oral dan I.V. (biasanya hanya untuk infeksi berat).

Info artikel tentang penyakit lain silahkan baca Herniated Disk (Diskus Terherniasi).

Herniated Disk (Diskus Terherniasi)

Diskus Terherniasi (Herniated Disk) yang dikenal sebagai ruptur diskus atau tergelincir atau nukleus pulposus terherniasi, terjadi jika semua atau sebagian nukleus pulposus yaitu bagian pusat yang halus dan seperti agar-agar pada diskus intervertebral terdorong melalui cincin luar diskus yang lemah atau terkoyak (anulus fibrosus).
Saat hal ini terjadi, diskus yang terdorong bisa menimpa akar saraf tulang belakang yang keluar dari kanal tulang belakang atau di jaringan saraf tulang belakang itu sendiri, sehingga menyebabkan nyeri punggung dan tanda lain dari iritasi akar saraf. Diskus herniasi biasanya menyerang orang dewasa (sebagian besar adalah pria) yang berusia kurang dari 45 tahun.
Sekitar 90% diskus herniasi muncul di wilayah lumbar dan lumbosakral, 8% muncul di area servikal, dan 1% sampai 2% muncul di area toraks.
Pasien yang sejak lahir memiliki kanal tulang belakang lumbar yang kecil atau mengalami pembentukan osteofit di sepanjang vertebra bisa lebih suseptibel mengalami kompresi akar saraf dengan diskus herniasi dan berpeluang lebih besar mengalami gejala neurologis.


Diskus Terherniasi

Penyebab Diskus Terherniasi
- Degenerasi sendi invertebral
- Trauma ringan pada pasien yang lebih tua yang diskusnya mulai mengalami degenerasi
- Trauma atau ketegangan berat

Tanda dan Gejala Diskus Terherniasi
- Spasma otot
- Nyeri (menyerang mendadak, biasanya berdurasi singkat dan diikuti kambuhnya pada interval yang lebih pendek dan intensitasnya semakin tinggi
- Nyeri seketika, dimulai sebagai nyeri samar di pantat, semakin mendalam saat pasien melakukan manuver valsava, batuk, bersin, dan membengkokkan badan
- Kehilangan sensorik dan motorik di area yang terinervasi oleh akar saraf tulang belakang yang terkompresi
- Nyeri parah di punggung bawah yang memancar sampai pantat, kaki atas, dan kaki bawah, biasanya unilateral.
- Pelemahan dan atrofi otot kaki (stadium lanjut).

Tindakan Penanganan
- Penanganan untuk gejala antara lain beristirahat di ranjang, kompres panas atau es, dan program latihan
- Obat anti-inflamatorik nonsteroidal mengurangi inflamasi dan edema di tempat cedera
- Kortikosteroid epidural, kortikosteroid jangka pendek, perintang akar saraf, atau terapi fisik bisa diberikan
- Relaksan otot juga bisa bermanfaat
- Laminektomi (eksisi sebagian lamina dan pembuangan diskus yang menonjol) bisa diperlukan jika penanganan konservatif gagal
- Fusi tulang belakang bisa diperlukan untuk mengatasi ketidakstabilan segmental
- Laminectomi dan fusi tulang belakang kadang dilakukan bersama-sama untuk menstabilkan tulang belakang
- Diskektomi atau mikrodiskektomi otomatis perkutaneus juga bisa digunakan untuk mengambil fragmen nukleus pulposus.

Untuk info penyakit terkait lainnya silahkan baca penyakit Hepatitis Viral.

Hepatitis Nonviral

Hepatitis Non Viral diklasifikasikan sebagai hepatitis toksik atau terpicu obat (idiosinkratik) dan merupakan inflamasi hati. Sebagian besar pasien sembuh dari penyakit ini dan beberapa pasien mengalami hepatitis atau sirosis yang timbul sangat mendadak.


Penyakit Dalam

Penyebab Hepatitis Non Viral
- Penggunaan alkohol berlebihan
- Reaksi kolestatik : kekurangan ekskresi empedu, hepatotoksisitas akibat kontraseptif hormonal atau steroid anabolik, dan hipersensitivitas terhadap derivatif phenothiazine, misalnya chlorpromazine, antibiotik, medikasi tiroid, obat antidiabetik dan obat sinotoksik.
- Hepatotoksisitas langsung : kerusakan hepatoselular dan nekrosis akibat toksin, tergantung dosis dan paling sering muncul berkaitan dengan overdosis asetaminofen (tylenol)
- Agens menular : virus sistemik, misalnya sitomegalovirus, virus mononukleosis atau epstein-barr, virus campak, varisela zoster, adenovirus, virus herpes simplex, coxsackievirus, dan HIV virus
- Gangguan metabolik atau autoimun : eksaserbasi akut dari penyakit hati subklinis, misalnya hepatitis autoimun dan penyakit wilson

Tanda dan Gejala Hepatitis Nonviral
Semua Tipe
- Nyeri abdomen
- Anoreksia
- Tinja berwarna tanah liat
- Urin gelap
- Hepatomegali
- Sakit kuning
- Mual dan muntah
- Pruritus

Keracunan Karbon Tetraklorida
- Pusing
- Mengantuk
- Sakit kepala
- Kolaps vasomotor

Hepatitis Terkait-Halotan
- Eosinofilia
- Demam
- Leukositosis menengah

Hepatitis Terkait-Chlorpromazine
- Demam mendadak
- Artralgia
- Nyeri epigastrik atau di kuadran kanan atas
- Limfadenopati
- Ruam

Uji Diagnostik
- Diagnosis dipastikan dengan studi yang menunjukkan kenaikan kadar aspartat aminotransferase serum, alanin aminotransferase, bilirubin total dan langsung (pada kolestasis) dan alkalin fosfatase; jumlah sel darah putih (white blood cell-WBC) dan jumlah eosinofil (kemungkinan pada tipe terpicu obat)
- Biopsi hati bisa membantu mengidentifikasi kondisi mendasar, terutama infiltrasi dengan WBC dan eosinofil
- Uji fungsi hati memiliki nilai terbatas dalam membedakan hepatitis nonviral dan viral.

Tindakan Penanganan
- Lavase, katarsis, atau hiperventilasi bisa digunakan untuk mengeliminasi agens penyebab, tergantung pada rute paparan
- Kortikosteroid bisa diberikan untuk penderita hepatitis terpicu obat.

Info artikel tentang penyakit lain silahkan baca Ensefalopati Hepatik.

Hepatic Encephalopathy (Ensefalopati Hepatik)

              Ensefalopati Hepatik yang juga dikenal sebagai koma hepatik, merupakan sindrom neurologis yang disebabkan oleh kegagalan hati dalam detoksifikasi agens berbahaya yang muncul dari traktus GI. Sindrom Ensefalopati Hepatik ini paling sering menyerang pasien sirosis dan disebabkan terutama oleh intoksikasi amonia otak. Sindrom Ensefalopati Hepatik bisa akut dan bersifat self-limiting (bisa sembuh tanpa banyak intervensi) maupun kronis dan progresif.
Di stadium atas prognosisnya sangat buruk, walaupun pasien mendapatkan penanganan yang serius.


Hepatic Encephalopathy

Penyebab Ensefalopati Hepatik
- Intoksikasi amonia otak

Tanda dan Gejala Ensefalopati Hepatik
Stadium I (Stadium Prodromal)
- Mudah lupa
- Fluktuasi mood
- Pembalikan tidur bangun
- Gemetar ringan

Stadium II (Stadium mendatang)
- Tingkah laku menyimpang dari kebiasaan
- Apraksia
- Konfusi
- Disorientasi
- Inkontinensi
- Letargi
- Gemetar yang berkembang menjadi asteriksis (eksistensi dan fleksi pergelangan tangan dan jari tangan yang cepat dan teratur saat pergelangan tangan di tahan lurus keluar dan tangan di regangkan ke atas)

Stadium III (Stadium Stupor)
- Hiperventilasi
- Mengalami kondisi yang berkisar dari stupor sampai ribut dan kasar jika dibangunkan

Stadium IV ( Stadium Koma)
- Koma
- Fetor hepaticus (bau napas apek dan manis)
- Refleks hiperaktif
- Tanda babinski positif

Uji Diagnostik
- Kenaikan kadar amonia serum dalam sampel venosa dan arterial, bersama tanda dan gejala yang khas, menunjukkan Ensefalopati Hepatik dengan kuat
- EEG menunjukkan gelombang yang melambat seiring penyakit berkembang
- CT-Scan atau MRI bisa diperlukan untuk menyingkirkan penyakit struktural.

Tindakan Penanganan
- Laktosa menjerat amonia di usus dan membantu ekskresinya
- Sorbitol menyebabkan diare osmotik yang mengeliminasi amonia dari traktus GI
- Neomisin 3 sampai 4 g perhari secara oral atau dengan retensi enema bisa digunakan sebagai penanganan lapis kedua untuk menekan flora bakterial dan mencegah konversi asam amino menjadi amonia
- Suplemen kalium mengoreksi alkalosis
- Albumin rendah garam bisa digunakan untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, menggantikan kadar albumin yang habis dan mengembalikan plasma.

Info tentang artikel penyakit lain silahkan baca penyakit Hemotoraks.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang usaha masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.

Hemotoraks

Pada Hemotoraks, darah dari pembuluh interkostal, pleural, mediastinal, dan parenkimal paru-paru yang rusak memasuki rongga pleural. Menurut banyaknya pendarahan dan penyebabnya, Hemotoraks bisa berkaitan dengan berbagai tingkatan kolaps paru-paru dan pergeseran mediastinal.
Pneumotoraks yaitu udara di rongga pleural umumnya menyertai hemotoraks.


Hemotoraks

Penyebab Hemotoraks
- Terapi antikoagulan
- Trauma dada akibat benda tumpul atau tusukan
- Aneurisma toraks diseksi
- Neoplasma
- Infarksi pulmoner
- Pembedahan toraks

Tanda dan Gejala Hemotoraks
- Resah
- Nyeri dada
- Sianosis
- Ekspansi dan kaku disisi dada yang diserang, sedangkan sisi yang tidak diserang akan naik dan turun saat respirasi
- Hipotensi dan syok
- Dispnea ringan sampai berat
- Gelisah
- Takipnea

Uji Diagnostik
- Perkusi memperlihatkan bunyi napas yang samar dan saat auskultasi bunyi napas berkurang atau tidak ada disisi yang diserang
- Torasentesis menghasilkan darah atau cairan serosanguinosa
- Sinar-X dada menunjukkan cairan pleural dengan atau tanpa pergeseran mediastinal
- Analisis gas darah arterial (arterial bloog gas-ABG) bisa mendokumentasikan gagal respiratorik
- Kadar hemoglobin bisa turun, tergantung pada darah yang hilang.

Tindakan Penanganan
- Hemotoraks ringan biasanya segera hilang dalam waktu 10 sampai 14 hari dan hanya membutuhkan observasi pada pendarahan lebih jauh
- Torasentesis digunakan untuk mengambil darah dan cairan lain dari rongga pleural
- Pasien yang sulit bernapas bisa memanfaatkan terapi oksigen suplemental
- Analgesik bisa diberikan untuk mengontrol nyeri
- Terapi I.V bisa digunakan untuk mengembalikan volume cairan
- Autotransfusi diperlukan jika pasien kehilangan darah dalam jumlah banyak (lebih dari 1 liter)
- Beberapa pasien bisa membutuhkan pemasukan pipa dada
- Torakotomi diperlukan jika pada pipa dada tidak memperbaiki kondisi pasien, untuk mengevakuasi darah dan gumpalan dan untuk mengontrol pendarahan.

Info tentang artikel penyakit lain silahkan baca penyakit Hemoroid (Wasir/Ambien).

Hemoroid (Wasir / Ambien)

Varises hemoroidal merupakan bagian dari anatomi normal. Dilasi dan pembesaran pleksus superior di vena hemoroidal superior yang terletak diatas garis pektineus (dentate line) menyebabkan hemoroid internal. Pembesaran pleksus di vena hemoroidal inferior yang terletak dibawah garis plektineus menyebabkan hemoroid eksternal. Hemoroid eksternal bisa menonjol dari rektum.
Hemoroid (Wasir / Ambien) menyerang pria dan wanita. Insidensi umumnya paling tinggi antara usia 20 sampai 50 tahun.


Penyakit Pencernaan

Penyebab Hemoroid
- Aktivitas yang meningkatkan tekanan intravenosa di pleksus hemoroidal
- Alkoholisme
- Infeksi anorektal
- Penyakit hepatik, misalnya sirosis, abses amebik, atau hepatitis

Faktor Predisposisi
- Konstipasi
- Makanan rendah serat
- Obesitas
- Kehamilan
- Duduk atau berdiri dalam waktu lama
- Mengejan saat defekasi

Tanda dan Gejala Hemoroid
Hemoroid internal
- Pendarahan intermiten yang tidak menyakitkan saat defekasi

Hemoroid Eksternal
- Ketidaknyamanan atau prolaps konstan disertai kenaikan tekanan intra abdominal
- Nyeri rektal mendadak dan bongkahan besar, keras dan subkutaneus (jika terjadi tormbosis hemoroid eksternal)

Uji Diagnostik
- Anoskopi dan sigmoidoskopi fleksibel digunakan untuk memastikan hemoroid internal dan menyingkirkan penyebab gejala lain yang bisa muncul, misalnya polip rektal dan fistula anal.

Tindakan Penanganan
- Konsumsi makanan kaya serat dan tambah asupan cairan sebanyak delapan sampai 10 gelas per hari.
- Agens anestetik lokal atau astringen untuk membantu mengontrol nyeri
- Hidrokortison bisa meringankan gatal atau inflamasi
- Kompres dingin yang diikuti mandi air hangat bisa mengurangi ketidaknyamanan
- Injeksi skleroterapi dan ligasi ikatan karet merupakan prosedur penanganan hemoroid bagi pasien rawat jalan
- Biatermia bipolar fotokoagulasi inframerah bisa digunakan untuk membubuhkan mukosa pada otot yang mendasarinya
- Hemoroidektomi bisa diperlukan untuk pendarahan parah, nyeri yang tidak bisa ditoleransi, pruritus dan hemoroid besar yang mengalami prolaps.

Info artikel tentang penyakit menarik lain silahkan baca Penyakit Hemofilia, sedangkan untuk info produk alat kedokteran dan alat kesehatan silahkan bisa kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Hemofilia (Hemophilia)

Hemofilia (Hemophilia) merupakan gangguan pendarahan turun temurun yang disebabkan oleh defisiensi faktor penggumpalan khusus.
Hemofilia A (hemofilia klasik) yang menyerang lebih dari 80% penderita hemofilia, disebabkan oleh defisiensi faktor VIII, sedangkan hemofilia B (penyakit christmas) yang menyerang 15% penderita hemofilia disebabkan oleh defisiensi faktor IX. Setelah penderita hemofilia membentuk sumbat keping darah di tempat pendarahan, defisiensi faktor penggumpalan mengganggu kemampuan membentuk gumpalan fibrin yang stabil.
Keparahan dan prognosis gangguan pendarahan bervariasi menurut derajat defisiensi dan tempat pendarahan. Prognosis keseluruhan yang paling baik adalah pada hemofilia ringan yang tidak menyebabkan pendarahan spontan dan deformitas sendi.
Kemajuan dalam pengobatan telah sangat meningkatkan prognosis, dan banyak penderita hemofilia menjalani kehidupan normal. Prosedur pembedahan bisa dilakukan dengan aman di pusat pengobatan istimewa bagi penderita hemofilia di bawah panduan ahli hematologi.


Penyakit Dalam

Penyebab Hemofilia (Hemophilia)
- Defisiensi faktor penggumpalan yang diturunkan secara genetik

Tanda dan Gejala Hemofilia (Hemophilia)
- Kecenderungan pendarahan abnormal
- Jangkauan pergerakan sendi yang terbatas
- Sendi nyeri dan bengkak

Uji Diagnostik
- Uji faktor koagulasi khusus bisa mendiagnosis tipe dan keparahan hemofilia sebagai contoh karakteristik hemofilia A meliputi :
      - Uji faktor VIII sebesar 0% sampai 25% dari normal
      - Waktu tromboplastin parsial berlangsung lama
      - Jumlah dan fungsi keping darah, waktu pendarahan dan waktu protrombin normal
- Karakteristik hemofilia B meliputi :
      - Uji faktor IX tidak sempurna
      - Hasil koagulasi dasar mirip dengan hasil dari hemofilia A dengan faktor VIII normal
- Pada hemofilia A atau B derajat defisiensi faktor menentukan keparahan
      - Hemofilia ringan : kadar faktor sebesar 5% sampai 25% dari normal
      - Hemofilia menengah : kadar faktor sebesar 1% sampai 5% dari normal
      - Hemofilia berat : kurang dari 1%

Tindakan Penanganan :
- Selama rangkaian pendarahan, penanganan yang benar akan segera menghentikan pendarahan dengan meningkatkan kadar plasma dari faktor penggumpalan yang tidak sempurna
- Terapi gen merupakan penanganan menjanjikan bagi kedua tipe hemofilia.

Info artikel menarik tentang penyakit lain silahkan baca Penyakit Heat Syndrome, sedang untuk info tentang alat kedokteran dan alat kesehatan silahkan bisa kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

 

Info PROPERTI

Info Alat Kedokteran

Peluang Bisnis!

Peluang Bisnis Kuliner Jepang MAU?
OTAYAKIMU | Spesialis Okonomiyaki & Takoyaki

Mengajak anda bergabung bersama kami untuk menjadi mitra kami.

Info Mitra / Waralaba :

Pin.5B28812B
Hp.081210707041
Email : Otayaki@yahoo.com
Twitter : @otayakimu
Website : www.otayaki.com/p/info-kerjasama.html