SEPUTAR INFO PENYAKIT DAN INFO KESEHATAN

 
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Mata. Tampilkan semua postingan

Glaukoma

Glaukoma merupakan kelompok gangguan yang ditandai dengan tekanan intraokular (intraocular pressure-IOP) yang cukup tinggi untuk bisa merusak saraf optik. Jika tidak ditangani, Glaukoma menyebabkan kehilangan penglihatan periferal secara bertahap dan akhirnya kebutaan.
Glaukoma muncul dalam beberapa bentuk : glaukoma sudut terbuka primer (primary open angle/kronis), penutup sudut akut (acute angle closure/sudut sempit), tensi rendah (IOP normal yang terlalu tinggi untuk orang tertentu), dan kongenital (diwariskan sebagai sifat resesif autosomal); dan glaukoma yang disebabkan oleh kondisi tertentu.
Glaukoma merupakan satu dari penyebab kebutaan di amerika serikat. Sekitar 2% orang amerika yang berusia 40 sampai 50 tahun dan 8% orang amerika yang berusia lebih dari 70 tahun menderita penyakit ini.
Insidensinya paling tinggi pada warga kulit hitam dan merupakan satu-satunya penyebab paling umum dari kebutaan di populasi tersebut


Penyakit Mata

Penyebab Glaukoma
Glaukoma Sudut Terbuka Primer
- Obstruksi aliran humor akueus melalui saluran trabekular atau kanal Schlemm (umumnya terjadi dalam keluarga; menyerang 90% dari semua penderita glaukoma)
- Produksi humor akueus yang berlebihan

Glaukoma Penutupan Sudut Akut
- Adhesi (pelekatan) di sudut antara iris anterior dengan permukaan korneal posterior (disebut sebagai sinekia anterior periferal)
- Neovaskularisasi di sudut akibat oklusi vena atau diabetes)
- Obstruksi aliran humor cair yang disebabkan oleh sudut yang sempit secara anatomis antara iris anterior dan permukaan korneal posterior, bilik anterior dangkal, penebalan iris menyebabkan penutupan sudut saat dilasi pupil, atau pupil menonjol yang menekan trabekulae sehingga menutup sudut

Glukoma Sekunder
- Diabetes
- Pengaruh obat misalnya kortikosteroid
- Trauma
- Uveitis
- Oklusi venosa

Tanda dan Gejala
Glaukoma Sudut terbuka Primer dan Bilateral
- Kehilangan penglihatan periferal
- Sakit ringan di mata
- Menurunnya akuitas visual (terutama di malam hari) yang tidak bisa dikoreksi dengan kacamata
- Melihat halo di sekitar cahaya

Glaukoma Penutupan Sudut Akut
- Kekaburan dan menurunnya akuitas visual
- Kornea buram
- Dilasi pupil sedang yang tidak reaktif terhadap cahaya
- Mual dan muntah
- Fotofobia
- Tekanan di mata
- Melihat halo di sekitar cahaya
- Inflamasi dan nyeri mata unilateral

Uji Diagnostik
- Tonometri (menggunakan aplanasi, tonometer schiotz atau pneumatik) mengukur IOP dan memberikan dasar acuan. IOP normal berkisar dari 8 sampai 21 mmHg, tetapi beberapa pasien yang memiliki IOP normal bisa menunjukkan tanda dan gejala glaukoma. Disisi lain beberapa pasien yang memiliki IOP yang tinggi secara abnormal tidak mengalami efek klinis. Tensi ujung jari merupakan cara lain untuk mengukur IOP. Saat dilakukan palpasi lembut pada kelopak mata yang tertutup, satu mata terasa lebih keras daripada mata yang lain pada penderita Glaukoma Penutupan Sudut Akut.
- Pemeriksaan lampu celah memberikan pandangan di struktur anterior mata, termasuk kornea, iris dan lensa
- Gonioskopi, dengan menentukan sudut bilik anterior mata, bisa membedakan Glaukoma Sudut Terbuka Primer dan Glaukoma Penutupan Sudut Akut. Sudut normal jika pasien mengalami Glaukoma Sudut Terbuka Primer. Pasien yang lebih tua juga bisa mengalami penutupan parsial sudut sehingga bisa mengalami dua bentuk glaukoma sekaligus.
- Optalmoskopi memberikan pandangan fundus, saat pelengkungan diskus optik bisa dilihat dalam Glaukoma Sudut Terbuka Kronis. Perubahan ini muncul selanjutnya dalam Glaukoma Sudut Terbuka Kronis jika penyakit tidak dikontrol.
- Perimetri atau uji bidang visual membantu mengevaluasi perluasan deteriorasi sudut terbuka dengan menentukan kehilangan penglihatan periferal
- Fotografi fundus bisa memantau diskus untuk melihat setiap perubahan

Tindakan Penanganan
Glaukoma Sudut Terbuka
- Perintang beta adrenergik, misalnya timolol (betimol) memiliki kontra indikasi pada pasien yang menderita asma atau bradikardia dan betaxolol (betopic) menurunkan tekanan dengan mengurangi produksi humor akueus
- Antagonis alfa, misalnya brimonidine (alpagan P) menurunkan IOP
- Inhibitor anhidrase karbonat topikal bisa menurunkan tekanan dengan mengurangi produksi humor akueus.
- Tetes mata miotik mempermudah aliran keluar humor akueus
- Trabekulektomi yaitu prosedur penyaringan melalui pembedahan yang membuat lubang untuk aliran keluar akueus, bisa diperlukan jika kondisi pasien tidak merespons penanganan medis
- Shunt pipa / katup bisa dibutuhkan untuk menurunkan IOP pada penyakit stadium akhir
- Trabekuloplasti laser argon, saat tembakan laser argon difokuskan pada saluran trabekular sudut terbuka menghasilkan panas yang mengubah permukaan saluran dan meningkatkan aliran keluar humor akueus.

Glaukoma Penutupan Sudut
- Penanganan langsung diperlukan untuk menurunkan IOP yang tinggi. Jika tekanan tidak turun dengan terapi obat, iridotomi laser atau iridektomi periferal dengan pembedahan harus dilakukan secara ceoat dan tepat untuk menyelamatkan penglihatan pasien
- Iridektomi meringankan tekanan dengan menginsisi bagian iris untuk membentuk kembali aliran keluar humor akueus. Iridektomi profilatik dilakukan beberapa hari kemudian pada mata yang lain untuk mencegah rangkaian glaukoma akut di mata tersebut
- Mannitol I.V. dan tetes mata steroid diberikan setelah operasi untuk mengurangi dan mengatasi inflamasi.
- Timolol digunakan untuk menurunkan IOP
- Analgesik opioid diberikan untuk meringankan nyeri parah.

Info artikel menarik lain silahkan baca Refluks Gastroesofageal (Gastroesophageal Reflux), sedang untuk info alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Ulser Kornea

Ulser Kornea (Corneal Ulcers) merupakan penyebab utama dari kebutaan di penjuru dunia dan menyebabkan parut atau perforasi kornea. Ulser Kornea ini muncul di area pusat atau marjin kornea, bervariasi menurut bentuk dan ukuran, dan bisa tunggal maupun multipel. Ulser marjinal merupakan bentuk paling umum dan disebabkan oleh sensitivitas terhadap Sthaphylococcus aureus. Penanganan yang cepat dan tepat (dalam beberapa jam setelah diserang) bisa mencegah kerusakan visual.


Penyakit Mata

Penyebab Ulser Kornea (Corneal Ulcers)

- Alergen
- Bakterial : sthaphylococcus aureus, pseudomonas aeruginosa, streptococcus viridans, streptococcus (diplococcus) pneumoniae, dan moraxella liquefaciens
- Fungal : Candida, fusarium dan cephalosporium
- Ulser neurotropik yang disertai lesi saraf kranial kelima
- Reaksi terhadap infeksi bakteri
- Trauma, paparan dan toksin
- Tuberkuloprotein : keratokonjungtivitis fliktenular klasik
- Viral : herpes rimplex tipe 1 dan virus verisela-zoster
- Xeroftalmia akibat defisiensi vitamin A

Tanda dan Gejala Ulser Kornea (Corneal Ulcers)

- Nyeri (memburuk saat berkedip) dan fotophobia yang disertai keluarnya air mata yang semakin banyak
- Kekaburan visual parah jika terjadi ulserasi kornea pusat
- Keluaran purulen jika terjadi ulser bakterial
- Mata yang diserang berwarna merah

Uji Diagnostik

- Pemeriksaan senter memperlihatkan permukaan kornea yang tidak teratur, eksudat di kornea, dan hipopion (akumulasi sel putih di bilik anterior) yang muncul dalam bentuk bulan separuh
- Pewarnaan fluoresen yang di instilasikan di sakus konjungtival, menunjukkan penampakan ulser
- Pengujian kultur dan sensitivitas pengerikan kornea mengidentifikasi organisme penyebab

Tindakan Penanganan

- Penanganan awal terdiri dari antibiotik spektrum-luas topikal sampai agens penyebab bisa di identifikasi
- Infeksi p.aeruginosa ditangani dengan ciprofloxacin topikal, gentamicin, atau tobramycin
- Virus herpes simplex tipe 1 ditangani dengan idoxuridine, vidarabine, atau trifluridine topikal yang diberikan setiap jam
- Tetes mata sikloplegis diberikan untuk mengurangi spasma tubuh silier
- Hipovitaminosis A membutuhkan koreksi defisiensi vitamin A dalam makanan atau absorpsi vitamin A oleh traktus GI
- Ulser neurotopik atau keratitis paparan ditangani dengan sering melakukan instilasi air mata artifisial atau salep pelumas dan penggunaan pelindung mata gelembung plastik atau dengan tarsorafi (melakukan sutura pada kelopak mata bersama-sama).

Info artikel menarik lain silahkan baca Abrasi Kornea (Corneal Abrasion), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Abrasi Kornea

Abrasi Kornea (Corneal Abrasion) umumnya disebabkan oleh benda asing dan merupakan goresan di epitelium permukaan kornea. Abrasi atau adanya benda asing di mata merupakan cedera mata yang paling umum. Jika ditangani prognosisnya biasanya baik. Goresan kornea yang ditimbulkan oleh kuku jari tangan, secarik kertas, atau substansi organik lain bisa menyebabkan lesi persisten. Epitelium tidak selalu sembuh dengan baik, dan pasien bisa mengalami erosi kornea rekuren disertai efek terlambat yang lebih parah daripada cedera awal.


Penyakit Mata

Penyebab Abrasi Kornea (Corneal Abrasion)

- Tertidur ketika masih menggunakan lensa kontak
- Benda asing, misalnya abu api atau debu, kotoran atau pasir halus yang melekat dibawah kelopak mata

Tanda dan Gejala Abrasi Kornea (Corneal Abrasion)

- Nyeri yang tidak sebanding dengan ukuran cedera
- Warna merah, air mata yang bertambah banyak
- Perubahan akuitas visual, tergantung pada ukuran dan lokasi cedera

Uji Diagnostik

- Pewarnaan kornea dengan luoresen memastikan diagnosis. Area cedera tampak hijau saat diperiksa dengan lampu wod atau black light (cahaya yang tidak bisa dilihat
- Pemeriksaan lampu celah menunjukkan kedalaman abrasi
- Pemeriksaan mata dengan lampu senter bisa memperlihatkan benda asing dikornea; kelopak mata harus dibalikkan ke arah luar untuk melihat benda asing yang melekat dibawahnya. Sebelum memulai penanganan uji untuk menentukan akuitas visual memberikan dasar medis dan perlindungan yang sah

Tindakan Penanganan

- Jika benda asing bisa dilihat, mata bisa di irigasi dengan larutan garam normal
- Benda asing yang melekat dalam dibuang dengan spud (sejenis pisau tumpul) khusus benda asing, menggunakan anestetik lokal
- Cincin karat di kornea harus dibuang saat pemeriksaan lampu-celah dengan burr (sejenis pemotong) oftalmik, setelah menggunakan anestetik topikal. Jika hanya bisa dilakukan pembuangan parsial, epitelialisasi kembali bisa mengangkat cincin ke permukaan lagi dan memungkinkan pembuangan menyeluruh di hari berikutnya
- Tetes mata sikloplegis dan tetes mata antibiotik spektrum-luas di instilasikan di mata yang diserang tiap 3 sampai 4 jam.

Info artikel menarik lain silahkan baca Konjungtivitis (Conjunctivitis), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Konjungtivitis

Konjungtivitis (Conjunctivitis) atau inflamasi konjungtiva disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, alergi atau reaksi zat kimiawi. Konjungtivitis bakterial atau viral sangat menular tetapi menjadi self-limiting (bisa sembuh tanpa banyak intervensi) setelah 2 minggu. Konjungtivitis kronis bisa mengakibatkan perubahan degeneratif pada kelopak mata.


Penyakit Mata

Penyebab Konjungtivitis

- Reaksi alergis terhadap serbuk sari, rumput, medikasi topikal, polutan udara dan asap
- Bakterial : staphylococcus aureus, streptococcus pneumoniae, neisseria gonorrhorae, dan neisseria meningitidis
- Klamidial : chlamydia trachomatis (Konjungtivitis inklusi)
- Idiopatik : menyertai eritema multiforme, Konjungtivitis folikular kronis (Konjungtivitis yatim piatu), penyakit tiroid, dan sindrom steven-johnson
- Iritan okupasional (asam dan alkali)
- Penyakit riketsial (demam bernintik pegunungan rocky); penyakit parasistik yang disebabkan oleh phtirus pubis dan schistosoma haematobium, dan infeksi fungus
- Mengikuti (sekunder) dakriosistitis pneumokokal atau kanalikulitis akibat infeksi kandida
Konjungtivitis vernal (Konjungtivitis musiman atau musim hangat) : alergi terhadap alergen yang tidak teridentifikasi (misalnya rumput atau serbuk sari)
- Viral : adenovirus tipe 3, 7 dan 8; herpes simplex virus tipe 1

Tanda dan Gejala Konjungtivitis

- Hiperemia konjungtiva, kadang-kadang disertai keluaran air mata
- Serangan pada satu mata dan menyebar dengan cepat ke mata yang lain melalui kontaminasi
- Nyeri dan fotofobia jika melibatkan kornea
- Penglihatan tidak terpengaruh jika tidak melibatkan kornea

Bentuk Bakterial Akut

- Kerak keluaran yang lengket dan mukopurulen (disebabkan N.gonorrhoeae)
- Gatal, rasa terbakar, dan sensasi adanya benda asing di dalam mata

Bentuk Viral

- Air mata yang sangat banyak dengan eksudat minimal
- Pembesaran nodus limfa preaurikular
- Bentuk kronis membuat penderita sangat lemah

Uji Diagnostik

- Pemeriksaan fisik memperlihatkan injeksi pembuluh konjungtival bulbar. Pada anak-anak, tanda dan gejala sistemik bisa meliputi sakit tenggorokan dan demam
- Monosit merupakan yang utama dalam uji pulasan berwarna pada kerikan konjungtival jika konjungtivitis disebabkan virus
- Sel polimorfonuklear (neutrofil) adalah hal utama jika Konjungtivitis disebabkan bakteri
- Uji kultur dan sensitivitas membantu mengidentifikasi organisme bakterial yang menyebabkan dan mengindikasi terapi antibiotik yang tepat

Tindakan Penanganan

Konjungtivitis bakterial membutuhkan antibiotik atau sulfonamide topikal yang tepat
- Jika agen penyebab adalah N.gonorrhoeae, ceftriaxone I.M.dosis tunggal biasanya diberikan. Jika kornea terlibat, pasien membutuhkan rangkaian obat tersebut selama 5 hari
- Walaupun Konjungtivitis viral kebal terhadap penanganan, tetes mata antibiotik spektrum luas bisa mencegah infeksi sekunder
- Infeksi herpes simplex ditangani dengan salep vidarabine atau acyclovir oral, tetapi infeksi bisa bertahan selama 2 sampai 3 minggu
- Penanganan Konjungtivitis  vernal (alergis) meliputi pemberian tetesan kortikosteroid yang diikuti ketorolac tromethamine (anti-inflamatorik oftalmik), kompres dingin untuk meringankan gatal dan kadang-kadang antihistamin oral.

Info artikel menarik lain silahkan baca Gegar Otak (Concussion), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Kalazion (Chalazion)

                   Kalazion (Chalazion) adalah gangguan umum pada mata dan merupakan inflamasi granulomatosa kelenjar meibomian di kelopak mata atas atau bawah. Gangguan ini ditandai dengan pembengkakkan setempat dan biasanya berkembang lambat selama beberapa minggu.
Kalazion (Chalazion) bisa menjadi cukup besar untuk menekan bola mata, sehingga menyebabkan astigmatisme dan mungkin harus di insisi dan dikuretase melalui pembedahan. Orang yang suseptibel terhadapnya bisa menderita lebih dari satu kalazion karena kelopak mata atas dan bawah mengandung banyak kelenjar meibomian. Jika kalazion menjadi persisten dan kronis, kanker kelenjar meibomian harus dicegah melalui biopsi.


Penyakit Mata

Penyebab Kalazion (Chalazion)
- Komplikasi hordeolum (timbil)
- Obstruksi saluran kelenjar meibomian (sebasea)

Tanda Dan Gejala Kalazion (Chalazion)
- Bongkahan keras dan tidak menyakitkan yang biasanya mengarah ke sisi konjungtiva kelopak mata
- Area timbul berwarna merah di permukaan konjungtiva di eversi kelopak mata

Uji Diagnostik
- Pemeriksaan visual dan palpasi kelopak mata memperlihatkan benjolan atau nodulus kecil
- Kalazia rekuren dan persisten memerlukan biopsi untuk mencegah kanker meibomian

Tindakan Penanganan
- Gunakan kompres hangat untuk membuka lumen kelenjar
- Beri tetes mata sulfonamida atau injeksi steroid, atau keduanya, sesuai resep
- Pasien mungkin membutuhkan insisi dan kuretase dibawah anestetik lokal.

Info artikel menarik lain silahkan baca Kanker Serviks. Untuk info produk alkes lengkap silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang usaha masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.

Katarak

Katarak (Cataract) merupakan penyebab umum kehilangan penglihatan dan merupakan opasitas lensa atau kapsul lensa mata yang berkembang secara bertahap. Umumnya katarak muncul secara bilateral dan perkembangannya tidak saling tergantung. Yang merupakan pengecualian adalah katarak traumatik yang biasanyan unilateral, dan katarak kongenital yang tetap stasioner. Katarak (Cataract) menjadi bagian dari penuaan dan prevalensinya paling tinggi pada pasien yang berusia lebih dari 70 tahun. Intervensi dengan pembedahan bisa memperbaiki penglihatan pada 95% penderita.


Penyakit Mata

Penyebab Katarak (Cataract)
- Katarak yang disertai komplikasi : menyertai uveitas, glaukoma, retinitis pigmentosa, dan terpisahnya retina; penyakit sistemik antara lain diabetes, hipoparatiroidisme dan dermatitis atopik atau paparan radiasi ionisasi atau sinar infra merah.
- Katarak kongenital (neonatus) : kelainan genetik atau rubela maternal saat kehamilan memasuki trimester pertama
- Katarak senil (pasien lansia) : perubahan degeneratif dalam keadaan kimiawi protein lensa
- Katarak toksik : toksisitas obat atau zat kimiawi dalam waktu lama dari prednisone, alkaloid ergot, napthalene atau phenothiazines atau akibat paparan sinar matahari berlebihan.
- Katarak traumatik : cedera yang cukup kuat akibat benda asing pada lensa sehingga humor akueus atau vitreus masuk ke kapsul lensa.



Tanda Dan Gejala Katarak (Cataract)
- Sorotan yang membutakan dari lampu besar saat mengemudi di malam hari
- Tidak mampu mengenali orang atau benda yang berjarak jauh
- Pengaburan dan kehilangan pandangan secara bertahap dan tidak menyakitkan
- Pupil yang semakin lama berubah warna menjadi putih susu (di kasus ekstrem)
- Dengan opasitas pusat, pandangan yang lebih baik dalam cahaya redup daripada cahaya terang.

Uji Diagnostik
- Saat menyinari pupil dengan pena cahaya, adanya area berwarna putih dibelakang pupil menunjukkan katarak tingkat atas
- Optalmoskopi atau pemeriksaan lampu celah membantu memastikan diagnosis dengan memperlihatkan area gelap di refleks merah normalnya homogen.

Tindakan Penanganan
- Ekstraksi katarak ekstrakapsular mengambil kapsul lensa anterior dan korteks sehingga membiarkan kapsul posterior utuh. Cara ini dilakukan menggunakan peralatan fakoemulsifikasi, memenggal lensa dengan ultrasound dan pembuangan dengan irigasi dan aspirasi. Kemudian lensa intraokular bilik posterior di implan.
- Ekstraksi katarak intrakapsular mengambil keseluruhan lensa dalam kapsul utuh dengan krioekstraksi. Probe logam yang sangat dingin digunakan untuk melakukan traksi dengan lembut.

Info artikel menarik lain silahkan baca Sindrom Terowongan Karpal. Untuk info produk alkes lengkap silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Blefaritis (Blepharitis)


Blefaritis (Blepharitis)

Blefaritis (Blepharitis) merupakan inflamasi umum yang menimbulkan tampilan berpinggiran merah di marjin kelopak mata. Dibanyak kasus, penyakit ini kronis dan bilateral dan menyerang kelopak mata bagian atas dan bawah.



Blefaritis seboreik ditandai dengan sisik berlilin dan umumnya menyerang lansia dan orang-orang berambut merah. Blefaritis stafilokokal (ulseratif) ditandai dengan area terulserasi kecil disepanjang marjin kelopak, kedua tipe tersebut muncul bersamaan.
Blefaritis cenderung muncul kembali dan menjadi kronis. Penyakit ini bisa dikontrol jika penanganan dimulai sebelum menyerang mata.

Penyebab Blefaritis (Blepharitis)
- Blefaritis seboreik : karena seborea kulit kepala, alis mata, atau telinga
- Blefaritis ulseratif : karena infeksi staphylococcus aureus.

Tanda dan Gejala Blefaritis (Blepharitis)
- Gatal, rasa terbakar, sensasi benda asing dan kelopak mata yang lekat dan berkerak saat bangun tidur
- Iritasi konstan menyebabkan penderita secara tidak sadar menggosok matanya
- Sisik berlilin
- Sisik berlapis di bulu mata, bulu mata rontok dan area terulserasi di marjin kelopak.

Uji Diagnostik
- Blefaritis ulseratif didiagnosis dengan kultur marjin kelopak terulserasi yang menunjukkan s.aureus.

Tindakan Penanganan pada Blefaritis (Blepharitis)
- Penanganan dini sangat penting untuk mencegah rekurensi atau komplikasi. Selain kompres hangat, penanganannya tergantung pada tipe blefaritis mana yang diderita.
- Blefaritis seboreik : bulu mata boleh diberi sampho setiap hari untuk membuang sisik dari marjin kelopak. Selain itu kulit kepala dan alis mata sebaiknya sering diberi sampo.
- Blefaritis ulseratif : kompres hangat dan salep antibiotik yang tepat bisa digunakan.
Inflamasi konjungtiva dan kornea bisa ditangani secara oral dengan tetracycline atau doksisiklin
- Blefaritis akibat pedikulosis : telur kutu sebaiknya dibuang (dengan forcep) atau physostigmine atau salep insektisidal lain bisa digunakan.

Informasi Seputar Alat Kedokteran & Kesehatan klik DISINI.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info bisnis masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari info detailnya DISINI.

 

Info PROPERTI

Info Alat Kedokteran

Peluang Bisnis!

Peluang Bisnis Kuliner Jepang MAU?
OTAYAKIMU | Spesialis Okonomiyaki & Takoyaki

Mengajak anda bergabung bersama kami untuk menjadi mitra kami.

Info Mitra / Waralaba :

Pin.5B28812B
Hp.081210707041
Email : Otayaki@yahoo.com
Twitter : @otayakimu
Website : www.otayaki.com/p/info-kerjasama.html