SEPUTAR INFO PENYAKIT DAN INFO KESEHATAN

 
Tampilkan postingan dengan label Penyakit otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit otak. Tampilkan semua postingan

Epilepsi

Epilepsi atau gangguan sawan merupakan kondisi otak yang ditandai dengan suseptibilitas terhadap sawan rekuren (kejadian paroksismal yang berkaitan dengan keluaran listrik abnormal oleh neuron di otak). Epilepsi  diyakini menyerang 1% - 2 % populasi. Prognosisnya baik jika pasien benar-benar mematuhi penanganan yang diberikan.Sawan rekuren diklasifikasikan sebagai status epileptikus parsial dan tergeneralisasi atau tidak diklasifikasikan. Beberapa pasien bisa mengalami lebih dari satu tipe sawan.


Penyakit Otak

Penyebab Epilepsi

- Tidak diketahui
- Anoksia
- Trauma lahir (suplai oksigen ke otak tidak cukup, inkompatibilitas darah atau hemoragi)
- Tumor otak
- Infeksi perinatal
- Cedera atau trauma kepala
- Penyakit infeksi (meningitis, ensefalitis, atau abses otak)
- Tercernanya toksin (merkuri, timah, atau karbon monoksida)
- Gangguan turun-temurun atau penyakit degeneratif, misalnya fenilketonuria
- Gangguan metabolik misalnya hipokalsemia, hipoglikemia, hipoparatiroidisme
- Stroke (hemoragi, trombosis atau embolisme)

Status Epileptikus

- Penghentian medikasi antikonvulsan secara tiba-tiba
- Trauma kepala akut
- Ensefalopati kepala akut
- Ensefalopati metabolik
- Septisema yang disebabkan oleh ensefalitis atau meningitis

Tanda dan Gejala Epilepsi

Sawan Parsial
- Gejala fokal yang muncul dari area otak setempat dan diklasifikasikan menurut efek pada kesadaran, bisa sederhana maupun kompleks
- Sawan parsial kompleks : berdurasi 1 sampai 3 menit, gangguan kesadaran, amnesia yang berkaitan dengan kejadian selama dan segera setelah sawan (karakteristik yang berbeda) dan kemungkinan beberapa kemampuan untuk mengikuti perintah sederhana selama rangkaian sawan
- Sawan parsial sederhana : durasi singkat, tidak ada kejadian yang mendahului atau memicu, biasanya tidak ada perubahan kesadaran, gejala sensorik, gejala otonomik (berkeringat, memerah, pupil berdilasi) dan gejala fisik (keadaan bermimpi, marah atau takut)

Sawan Tergeneralisasi

- Sawan absen : paling umum pada anak-anak, berdurasi 1 sampai 10 menit, ada sedikit perubahan pada tingkat kesadaran dengan mengedipkan atau memutar mata, pandangan kosong, dan sedikit menggerakkan mulut (saat serangan)
- Sawan Mioklonik : sentakan muskular singkat dan involunter di tubuh atau ekstremitas, kemungkinan muncul dalam tindakan ritmis, tidak ada perubahan pada LOC (level of consciousness)
- Sawan tonik-klonik tergeneralisasi : berdurasi 2 sampai 5 menit, pekikan keras saat serangan (akibat desakan udara dari paru-paru melalui pita suara), hilang kesadaran, tubuh jatuh dan kaku (fase tonik) disertai episode spasma otot dan relaksasi otot yang silih berganti (fase klonik), kemungkinan pasien menggigit lidah, mengalami inkontinensi, bernapas dengan susah payah, mengalami apnea, dan sianosis. Dan tanda gejala setelah sawan yaitu konfusi, sulit berbicara, mengantuk, letih, sakit kepala, sakit otot, lengan atau kaki lemah, dan kemungkinan tidur nyenyak
- Sawan Atonik : muncul pada anak-anak kecil umumnya pasien kehilangan tonus otot dan hilang kesadaran untuk sementara waktu

Status Epilektikus

- Sawan berlangsung lama secara abnormal (berlangsung lebih dari 5 menit) atau ketidakmampuan mendapatkan kesadaran secara penuh antara sawan
- Distres respiratorik

Uji Diagnostik

- CT-Scan dan MRI memberikan pembacaan yang padat mengenai otak dan bisa mengindikasikan keabnormalan pada struktur internal
- Keabnormalan paroksismal di EEG memastikan diagnosis dengan membuktikan pasien mempunyai kecenderungan kontinyu dalam mengalami sawan. EEG negatif tidak menyingkirkan epilepsi karena keabnormalan paroksismal muncul secara intermiten
- Uji lainnya meliputi studi glukosa dan kalsium serum, sinar-X tengkorak, pungsi lumbar, scan otak, dan angiografi serebral

Tindakan Penanganan

- Penanganan difokuskan pada identifikasi dan koreksi gangguan atau kondisi mendasar yang menyebabkan sawan
- Terapi obat disesuaikan dengan tipe sawan. Obat yang paling umum diberikan meliputi phenytoin (dilantin), carbamazepine (tegretol), dan primidone (mysoline) yang diberikan secara individu untuk sawan tonik-klonik tergeneralisasi dan sawan parsial kompleks.
- Asam valproic, clonazepam (klonopin), dan ethosuximide (zarontin) umumnya diberikan untuk sawan absen.

Info artikel menarik lain silahkan baca Epiglotiditis (Epiglottiditis), sedang untuk informasi alat kedokteran & kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Penyakit Creutzfeldt-Jakob

               Penyakit Creutzfeldt-Jakob (Creutzfeldt-Jakob Disease-CJD) merupakan penyakit viral langka dan berkembang cepat yang menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan demensia dan tanda gejal neurologis, misalnya sentakan mioklonik, ataksia, afasia, gangguan visual, dan paralisis. Penyakit Creutzfeldt-Jakob umumnya menyerang orang dewasa berusia 40 sampai 65 tahun dan muncul di lebih dari 50 negara. Penyakit Creutzfeldt-Jakob menyerang pria sama banyaknya dengan wanita. Variansi baru Penyakit Creutzfeldt-Jakob yang muncul di eropa pada 1996 dan diyakini berkaitan dengan ensefalopati spongiforme sapi, yaitu penyakit fatal pada ternak dan juga dikenal sebagai penyakit sapi gila.


Penyakit Otak

Penyebab Penyakit Creutzfeldt-Jakob

- Protein spesifik yang disebut prion yang kekurangan asam nukleat, menolak pencernaan proteolitik dan teragregasi secara spontan di otak
- Hubungan familial pada 5% sampai 15% pasien, dengan pola inheritansi dominan autosomal
- Penularan manusia ke manusia dengan prosedur medis, misalnya graf kornea dan dura mater kadaverik
- Jarang terjadi : pengobatan saat masa kanak-kanak dengan hormon pertumbuhan manusia dan dengan peralatan bedah saraf yang terkontaminasi dengan tidak sebagaimana mestinya dan elektroda otak.

Tanda dan Gejala Penyakit Creutzfeldt-Jakob

- Awalnya dementia progresif
- Awalnya : berpikir lambat, sulit konsentrasi, gangguan penilaian dan hilang ingatan
- Halusinasi
- Jika disertai perkembangan dan deteriorasi mental : gangguan penglihatan dan gerakan involunter, misalnya kejang dan getaran otot

Uji Diagnostik

- Pemeriksaan neurologis merupakan alat yang paling efektif dalam mendiagnosis Penyakit Creutzfeldt-Jakob. Kesulitan dalam gerakan yang bergantian cepat dan gerakan titik ke titik merupakan ciri khas saat penyakit masuk stadium awal
- Elektroensefalogram bisa dilakukan untuk mengkaji pasien sehingga perubahan khas dalam aktivitas gelombang otak bisa terlihat
- CT-Scan, MRI dan lumbar pungsi bisa berguna dalam menyingkirkan gangguan lain yang menyebabkan demensia
- Diagnosis yang tepat dipastikan dengan autopsi saat jaringan otak diperiksa

Tindakan Penanganan

- Tidak ada pengobatan untuk Penyakit Creutzfeldt-Jakob, dan perkembangannya tidak bisa diperlambat. Perawatan paliatif diberikan untuk membuat pasien nyaman dan untuk meringankan gejala.

Info artikel menarik lain silahkan baca Kor Pulmonale (Cor Pulmonale), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang usaha masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.

Gegar Otak

Gegar Otak (Concussion) merupakan cedera ringan paling umum yang disebabkan oleh cedera akselerasi-deselerasi atau pukulan terhadap kepala yang cukup kuat untuk mendesak otak dan membuatnya menabrak tengkorak (menyebabkan disfungsi neural temporer), tetapi belum cukup kuat untuk menyebabkan kontusi serebral. Sebagian besar korban Gegar Otak (Concussion) sembuh total dalam waktu 48 jam. Akan tetapi, gegar otak berulang-ulang akan mengakibatkan kerusakan kumulatif di otak.


Penyakit Otak

Penyebab Gegar Otak (Concussion)

- Akibat tindakan kekerasan
- Pukulan mendadak dan kuat (misalnya jatuh, kecelakaan)

Tanda Dan Gejala Gegar Otak (Concussion)

- Amnesia anterograd atau retrograd
- Keterlambatan letargi atau rasa kantuk
- Pusing
- Iritabilitas, letargi, atau perilaku yang bukan karakter penderita
- Mual, muntah
- Sakit kepala parah
- Hilang kesadaran jangka pendek
- Sindrom setelah Gegar Otak (Concussion) : sakit kepala, pusing, vertigo, resah, dan letih yang terus ada selama beberapa minggu setelah cedera terjadi.

Uji Diagnostik

- Membedakan gegar otak dengan cedera kepala yang lebih serius membutuhkan riwayat menyeluruh mengenai trauma dan pemeriksaan neurologis (tingkat kesadaran (level of consciousness-LOC), status mental, fungsi saraf kranial dan motorik, refleks tendon dalam, dan orientasi terhadap waktu, tempat dan orang).
- CT-Scan dan MRI bisa membantu menyingkirkan fraktur dan cedera yang lebih serius

Tindakan Penanganan

- Penanganan yang utama adalah penanganan suportif; analgesik non opioid bagi sakit kepala jika tidak ada cedera serius
- Jika pemeriksaan neurologis memperlihatkan keabnormalan, cedera bisa jadi lebih berat daripada Gegar Otak (Concussion)  sebaiknya segera ditangani oleh dokter ahlinya langsung.

Info artikel menarik lain silahkan baca Sindrom Nyeri Regional Kompleks (Complex Regional Pain Syndrome-CRPS), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Cerebral Palsy

Cerebral Palsy menjadi penyebab paling umum dari lumpuh pada anak-anak dan merupakan kelompok gangguan neuromuskular yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf prenatal, perinatal, atau postnatal. Cerebral palsy muncul dalam tiga tipe utama yaitu spastik (menyerang 70%), atetoid (menyerang 20%), dan ataksik (menyerang 10%) kadang-kadang dalam bentuk campuran. Kerusakan motorik bisa minimal (kadang-kadang hanya tampak saat penderita melakukan aktifitas fisik, misalnya berlari) atau sangat melumpuhkan. Kelainan terkait misalnya sawan, gangguan bicara, dan retardasi mental umum terjadi. Prognosisnya bervariasi, jika kerusakannya ringan, penanganan yang tepat akan membuat penderita bisa menjalani kehidupan mendekati normal.


Penyakit Otak

Penyebab Cerebral Palsy
Prenatal
- Pelekatan plasental yang abnormal
- Anoksia
- Iradiasi
- Isoimunisasi
- Malnutrisi
- Diabetes maternal
- Infeksi maternal (terutama rubela saat kehamilan memasuki trimester pertama)
- Tidak adanya kompatibilitas faktor Rh atau golongan darah AB
- Toksemia

Perinatal dan Kesulitan Kelahiran
- Abruptio placentae
- Kelahiran sungsang
- Tanda vital maternal yang tertekan akibat anestetik umum atau tulang belakang
- Kelahiran dengan forsep
- Oksigenasi otak yang tidak cukup
- Kelahiran multipel (terutama bayi yang lahir dalam kelahiran multipel)
- Placenta previa
- Kelahiran prematur
- Korda yang mengalami prolaps disertai keterlambatan mengeluarkan kepala
- Proses kelahiran yang berlangsung lama atau cepat secara tidak lazim

Infeksi atau Trauma saat masa Bayi
- Infeksi otak
- Tumor otak
- Anomali sirkulatorik serebral yang menyebabkan reptur pembuluh darah
- Trauma kepala
- Kernikterus yang disebabkan oleh eritoblastosis fetalis
- Anoksia dalam waktu lama
- Penyakit sistemik yang menyebabkan tromobosis atau embolus serebral



Tanda Dan Gejala
Cerebral Palsy Spastik
- Refleks tendon dalam hiperaktif
- Refleks peregangan meningkat
- Konstraksi otot sebagai respons terhadap manipulasi
- Otot melemah
- Konstraksi dan relaksasi otot yang bergantian dengan cepat
- Kecenderungan terhadap kontraktur
- Bagian tubuh yang diserang kurang berkembang
- Berjalan dengan jari kaki dengan cara berjalan seperti gunting yaitu menyilangkan satu kaki didepan kaki yang lain.

Cerebal Palsy Atetoid
-Gerakan atetoid : meningkat saat stres, menurun saat rileks, tidak tampak saat tidur
- Gerakan involunter (menyeringai, mengeliat seperti cacing, distonia dan menyentak tiba-tiba) yang mengganggu gerakan volunter
- Gerakan involunter yang menyerang lengan lebih berat daripada kaki
- Kesulitan bicara akibat gerakan fasial involunter

Cerebral Palsy Ataksik
- Ataksia yang membuat gerakan mendadak atau tegas hampir mustahil dilakukan
- Keseimbangan terganggu
- Refleks hipoaktif
- Tidak ada koordinasi (terutama di lengan)
- Kurangnya gerakan kaki saat masih bayi
- Otot lemah
- Nistagmus
- Gemetar (juga gemetar yang bermakna)
- Cara berjalan yang lebar saat anak mulai berjalan

Bentuk Campuran
- Keabnormalan gigi
- Gangguan fungsi motorik yang menyebabkan sulit makan, terutama menelan, sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan
- Gangguan bicara (sekitar 80%)
- Retardasi mental (mencapai 40% pasien)
- Tidak mampu membca
- Gangguan sawan (sekitar 25%)
- Kelainan penglihatan dan pendengaran

Uji Diagnostik
- Diagnosis dini sangat penting untuk menentukan penanganan yang efektif dan membutuhkan observasi klinis yang teliti saat masa bayi dan kajian neurologis yang tepat. 
Curigai adanya cerebral palsy jika bayi :
- Mengalami kesulitan mengisap atau menahan puting susu atau makanan di mulutnya
- Jarang bergerak secara volunter atau mengalami gemetar di lengan atau kaki dengan gerakan volunter
- Menyilangkan kakinya saat diangkat dari belakang, bukan menariknya atau berada dalam posisi bersepeda
- Memiliki kaki yang sulit dipisahkan sehingga sulit memakaikan popok padanya
- Terus menggunakan satu tangan saja atau, saat bertambah usia menggunakan kedua tangannya dengan baik, tetapi kakinya tidak.
- Alat CT Scan dan MRI bisa membantu menyingkirkan masalah penyakit ini.

Tindakan Penanganan
Penanganan yang utama adalah penanganan suportif yang meliputi :
- Penyangga atau belat dan alat khusus, misalnya peralatan makan yang telah diadaptasi dan dudukan toilet rendah yang dilengkapi lengan untuk membantu pasien mandiri dalam melakukan aktivitas
- Sfingter kencing artifisial bagi anak yang mengalami inkontinensi dan bisa mengontrol tangannya
- Latihan jangkauan pergerakan untuk meminimalkan kontraktur
- Pembedahan ortopedi untuk mengoreksi kontraktur
- Phenytoin (dilantin), phenobarbital, atau antikonvulsan lain meminimalkan sawan
- Relaksan otot atau bedah saraf untuk mengurangi spastisitas.

Info artikel menarik lain silahkan baca Kontusio Serebral. Untuk info produk alkes lengkap silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Kontusio Serebral

Kontusio Serebral merupakan cedera akselerasi-deselerasi atau coup-contrecoup (cedera pada satu titik yang terkena benda dan pada titik lain yang berlawanan) pada kepala bisa menyebabkan kontusi serebral atau memar di jaringan otak. Kontusio serebral lebih parah daripada gegar otak dan mengacaukan fungsi saraf normal di area yang memar dan bisa menyebabkan hilang kesadaran, hemoragi, edema dan bahkan kematian.


Penyakit Otak

Penyebab Kontusio Serebral (Cerebral Contusion)
- Keadaan otak memantul menuju tengkorak, misalnya akibat pukulan benda tumpul atau kecelakaan sepeda motor.

Tanda dan Gejala Kontusio Serebral (Cerebral Contusion)
- Penempatan postur dekortikasi atau deserebrasi
- Rasa kantuk, konfusi, disorientasi, agitasi dan kecenderungan berbuat kejam
- Hemiparesis
- Respirasi susah payah
- Hilang kesadaran selama beberapa menit atau lebih lama
- Periode berpikiran jernih yang diikuti deteriorasi cepat (kemungkinan terjadi hematoma epidural)
- Luka parah di kulit kepala
- Afasia temporer
- Respons antar pupil tidak sama
- Mati rasa unilateral

Uji Diagnostik
- Riwayat akurat mengenai trauma dan pemeriksaan neurologis merupakan alat diagnostik yang utama
- CT-Scan menunjukkan jaringan iskemik, hematoma dan fraktur.

Tindakan Penanganan
- Cairan I.V. dengan larutan ringer terlaktasi atau larutan garam normal bisa diberikan. Batasi asupan cairan total sebanyak 1.200 - 1.500 ml/hari untuk mengurangi volume pembengkakkan intraserebral
- Dexamethasone bisa diberikan secara I.M atau I.V. selama beberapa hari untuk mengontrol edema serebral
- Mannitol bisa diberikan untuk menurunkan tekanan intrakranial (intracranial pressure - ICP)
- Hiperventilasi bisa diindikasi di beberapa pasien. Jika pasien diberi intubasi, tekanan parsial karbondioksida arterial antara 30-35 mm Hg bisa diperlukan
- Pasien bisa memerlukan transfusi darah
- Kraniotomi bisa digunakan untuk mengontrol pendarahan dan mengaspirasi darah.

Info artikel menarik lain silahkan baca Penyakit Katarak. Untuk info produk alkes lengkap silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Abses Otak (Brain Abcess)


Abses Otak (Brain Abcess)

Abses Otak (Brain Abcess) merupakan kumpulan pus yang bebas maupun terenkapsulasi (terkumpul) yang biasanya muncul di lobus temporal, serebelum, atau lobus frontal. Abses otak ini ukurannya bervariasi dan bisa muncul sebagai abses tunggal maupun multilokular.
Abses otak relatif tidak sering terjadi. Penyakit ini bisa diderita oleh orang usia berapapun, namun paling sering adalah orang berusia 10 sampai 35 tahun, dan jarang diderita orang yang berusia jauh dari itu.
Abses otak yang tidak ditangani bisa berakibat fatal dan jika ditangani prognosisnya cukup baik. Sekitar 30% pasien mengalami sawan fokal. Abses metastatik multipel yang mengikuti infeksi sistemik atau infeksi lainnya berprognosis paling buruk.
Biasanya abses otak berasal dari nekrosis inflamatorik dan edema setempat, trombosis septik pembuluh dan ensefalitis supuratif kemudian diikuti dengan enkapsulasi tebal yang berisi kumpulan pus dan infiltrasi meningeal yang berdekatan oleh neutrofil, limfosit dan sel plasma. Kenaikan tekanan dalam otak menyebabkan kerusakan lebih lanjut.



Penyebab Abses Otak (Brain Abcess)
- Bakteremia
- Endokarditis bakterial
- Trauma kranial, misal luka yang menembus kepala atau fraktur tengkorak gabungan; trauma yang menembus kepala atau bakteremia biasanya menyebabkan infeksi stafilokal; penyakit pulmoner sampai infeksi streptolokal
- Infeksi virus imunodefisiensi manusia
- Muncul sekitar 2% anak-anak yang menderita penyakit jantung kongenital, kemungkinan karena otak hipoksik merupakan medium kultur yang baik untuk bakteri (umumnya bakteri piogenik, misalnya staphylococcus aureus dan streptococcus viridans).
- Infeksi pelvis, abdominal dan kulit.
- Infeksi pulmoner atau pleural
- Empiema subdural
- Biasanya infeksi lain terutama otitis media, sinusitis, abses dental dan mastoiditis.

Tanda dan Gejala Abses Otak (Brain Abcess)
- Tanda dan gejala awal yang khas dari infeksi bakteri, antara lain sakit kepala, menggigil, demam, tidak enak badan, konfusi dan mengantuk, disertai sawan, otot melemah, dan parestesia.
- Jumlah sel darah putih bertambah banyak disertai diferensial yang mengindikasi infeksi
- Saat lesi membesar, pasien menunjukkan gejala yang mirip dengan tumor otak yang berkaitan dengan gangguan fungsi dalam lobus yang diserang
- Ciri khas yang lain berbeda menurut tempat munculnya abses meliputi : abses lobus temporal (disfasia auditorik-reseptif, pelemahan fasial pusat, hemiparesis), abses serebelar (pusing, nistagmus kasar, pandangan melemah disisi lesi, tremar, ataksia), Abses lobus frontal (disfasia yang terlihat jelas, hemiparesis disertai sawan motorik unilateral, mengantuk, kurang perhatian, kerusakan fungsi mental dan sawan)

Uji Diagnostik
- CT Scan dan kadang-kadang, arteriografi (yang menyoroti abses dengan halo) membantu menemukan lokasi abses
- Pemeriksaan cairan serebrospinal membantu memastikan infeksi, namun pungsi lumbar terlalu beresiko karena bisa memperlihatkan kenaikan tekanan intrakranial dan memicu herniasi serebral
- Biopsi stereotaktis yang dipandu CT bisa dilakukan untuk mengalirkan dan mengkulturkan abses
- Kultur dan sensitivitas drainase mengidentifikasi organisme penyebab abses
- Sinar-X tengkorak dan scan radioisotop bisa menunjukkan abses



Tindakan Penanganan
- Pemberian antibiotik resistan-penisilin, misal nafcillin selama setidaknya 2 minggu sebelum operasi bisa melawan infeksi penyebab abses dan mengurangi resiko menyebarnya infeksi
- Aspirasi dan drainase abses dengan operasi dilakukan atau ditunda sampai abses terenkapsulasi dan memiliki kontraindikasi dengan pasien yang juga menderita penyakit jantung lain atau kondisi kardiak lain yang membuat lemah
- Penanganan lain selama fase akut bisa meringankan penyakit dan mendukung kesembuhan. Penanganan ini meliputi ventilasi mekanis dan pemberian cairan I.V.dengan diuretik (urea, mannitol) dan glukokortikoid (dexamethasone) untuk melawan kenaikan ICP dan edema serebral.
Antikonvulsan, seperti phenytoin atau phenobarbital bisa membantu mencegah sawan.

Informasi Seputar Alat Kedokteran & Kesehatan klik DISINI.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info bisnis masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari info detailnya DISINI.

Aneurisme Serebral


Aneurisme Serebral

Penderita Aneurisme Serebral mengalami dilasi setempat pada arteri serebral yang disebabkan oleh pelemahan di dinding arterial. Bentuk yang paling sering muncul adalah aneurisme sakular (berry) yaitu tonjolan keluar berbentuk kantung di arteri serebral. Biasanya aneurisme serebral muncul di tautan lingkaran Willis yaitu anastomosis yang membentuk arteri serebral mayor dibagian dasar otak.
Biasanya aneurisme serebral mengalami ruptur sehingga menyebabkan hemoragi subaraknoid. Sekitar setengah dari semua pasien yang mengalami hemoragi araknoid akan meninggal dalam waktu singkat. Sekitar 20% pasien mengalami aneurisme multipel. Prognosisnya meningkat jika ditangani dengan cara yang baru dan lebih baik.




Penyebab Aneurisme Serebral :
- Kombinasi cacat kongenital dan proses degeneratif
- Cacat kongenital misal, dinding arterial yang lemah
- Proses degeneratif misal, hipertensi dan aterosklerosis

Tanda Dan Gejala Aneurisme Serebral :
- Pendarahan kedalam jaringan otak, sehingga menyebabkan hemiparesis, cacat hemisensorik, disfagia, dan cacat visual
- Pendarahan yang menyebabkan rigiditas nukal, nyeri di punggung dan kaki, demam, rasa gelisah, iritabilitas, kadang-kadang sawan, dan pandangan kabur.
- Komplikasi, antara lain kenaikan tekanan intrakranial (intracranial pressure-ICP), episode pendarahan kembali, vasospasma, hidrosefalus akut (akibat akumulasi abnormal cairan serebrospinal - cerebrospinal fluid (CSF)) didalam rongga kranial karena penghalangan CSF oleh darah atau adesi dan embolisme pulmoner (efek yang merugikan dari trombosis vena dalam (deep vein thrombosis - DVT) atau penanganan aneurisme).
- Jika aneurisme dekat dengan arteri karotid, penderita mengalami diplopia, ptosis, dilasi pupil dan tidak mampu merotasi mata
- Ruptur yang menyebabkan sakit kepala parah dan mendadak, mual, muntah, dan perubahan tingkat kesadaran (level of consciousness - LOC) antara lain koma yang mendalam

Uji Diagnostik :
- Computed Tomography (CT) Scan memperlihatkan darah subaraknoid atau ventrikular
- Magnetic resonance imaging (MRI) atau magnetic resonant angiography (MRA) bisa mengidentifikasi aneurisme serebral sebagai "flow void" (ketiadaan sinyal dari darah yang proton aktifnya meninggalkan wilayah sebelum magnetisasinya diukur) atau dengan rekronstruksi komputer pada pembuluh serebral
- Angiografi serebral memastikan lokasi aneurisme dan menggambarkan kondisi pembuluh
- Pungsi (penusukan) lumbar bisa dilakukan untuk mengidentifikasi darah di CSF ketika CT scan normal; prosedur ini memiliki kontra indikasi jika ada tanda kenaikan ICP.

Penanganan :
- Oksigenasi dan ventilasi merupakan penanganan darurat awal
- Perbaikan melalui pembedahan (melumpuhkan, mengikat, atau membungkus leher aneurisme dengan otot) biasanya dilakukan segera setelah kondisi pasien mengijinkannya, setelah ia mengalami pendarahan awal. jika koreksi pembedahan sangat beresiko, jika aneurisme berada dilokasi berbahaya atau jika bedah tertunda akibat vasospasma, penanganannya adalah sebagai berikut :
 * Istirahat diranjang dilingkungan yang membuat rileks (jika tidak memungkinkan dilakukan pembedahan langsung, istirahat diranjang bisa berlanjut selama 4 sampai 6 minggu).
 * Hindari kopi, stimulan dan aspirin
 * Beri codeine atau anelgesik lain seperlunya
 * Hindari konstipasi, pelunak tinja sangat penting untuk mencegah agar pasien tidak mengejan dan mengalami pendarahan karenanya.
 * Beri hydralazine atau antihipertensif lain, jika pasien mengalami hipertensi
 * Beri nimodipine, perintang saluran kalsium untuk mengurangi vasospasma pembuluh serebral
 * Beri kortikosteroid untuk mengurangi edema
 * Beri phenytoin atau antikonvulasan lain
 * Beri asam aminokaproik, sejenis inhibitor fibrinolitik, untuk meminimalkan resiko pendarahan kembali dengan menunda lisis gumpalan darah.

Info Alat Kedokteran & Kesehatan klik DISINI.

 

Info PROPERTI

Info Alat Kedokteran

Peluang Bisnis!

Peluang Bisnis Kuliner Jepang MAU?
OTAYAKIMU | Spesialis Okonomiyaki & Takoyaki

Mengajak anda bergabung bersama kami untuk menjadi mitra kami.

Info Mitra / Waralaba :

Pin.5B28812B
Hp.081210707041
Email : Otayaki@yahoo.com
Twitter : @otayakimu
Website : www.otayaki.com/p/info-kerjasama.html