SEPUTAR INFO PENYAKIT DAN INFO KESEHATAN

 
Tampilkan postingan dengan label Kategori E. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kategori E. Tampilkan semua postingan

Extraocular Motor Nerve Palsies

Disfungsi saraf kranial ketiga, keempat, dan keenam disebut Palsy Saraf Motorik Ekstraokular (Extraocular Motor Nerve Palsies).
Tiap saraf ini merupakan inervasi otot-otot spesifik.
- Saraf okulomotor (kranial ketiga) merupakan inervasi otot rektus inferior, medial, dan superior; otot ekstraokular oblik inferior; otot pupilokonstriktor; dan otot levator palpebrae.
- Saraf troklear (Kranial keempat) merupakan inervasi otot oblik superior
- Saraf abdusen (saraf keenam) merupakan inervasi otot rektus lateral.
Otot oblik superior mengontrol rotasi ke bawah, intorsi, dan abduksi mata. Disfungsi menyeluruh pada saraf kranial ketiga disebut oftalmoplegia okulomotor total dan bisa berkaitan dengan keabnormalan sistem saraf pusat lainnya. Penyakit miastenia dan distiroid sebaiknya diperiksa sebagai diagnosis yang berbeda.


Penyakit Saraf

Penyebab Palsy Saraf Motorik Ekstraokular
- Neuropati diabetik
- Tekanan akibat aneurisma atau tumor otak
- Palsy saraf ketiga (okulomotor) (oftalmoplegia akut, kongenital atau perolehan : aneurisma (terutama di arteri posterior yang saling berhubungan), tumor, trauma atau penyakit mikrovaskular, misalnya diabetes atau hipertensi; jarang terjadi : herniasi unkal, lesi gumpalan sinus kavernosa, penyakit orbital, herpes zoster, leukemia, dan pada anak-anak, migrain oftalmik.
- Palsy saraf keempat (troklear) : trauma kepala tertutup (fraktur pecah) atau pembedahan sinus
- Palsy saraf keenam (abdusen) : kenaikan tekanan intrakranial, trauma, penyakit tiroid idiopatik, dan entitas vaskulopatik, misalnya diabetes, hipertensi, dan aterosklerosis, tidak sering terjadi : artritis sel raksasa, gumpalan sinus kavernosa (meningioma, aneurisma, atau metastasis), sklerosis multipel dan stroke.

Tanda dan Gejala Palsy Saraf Motorik Ekstraokular
- Diplopia pada serangan yang baru saja terjadi
- Palsy saraf ketiga : ptosis, eksotropia (mata terlihat keluar), dilasi pupil, tidak responsif terhadap cahaya, tidak mampu menggerakkan mata
- Palsy saraf keempat : diplopia, tidak mampu merotasi mata kebawah atau ke atas, kepala miring
- Palsy saraf keenam : memutar salah satu mata, ketidakmampuan mata berabduksi di luar garis tengah, kepala miring ke sisi yang tidak diserang

Uji Diagnostik
- MRI, CT Scan, atau sinar-X pada tengkorak menyingkirkan tumor, dan angiografi serebral mengevaluasi kemungkinan adanya keabnormalan vaskular, misalnya aneurisma
- Studi laboratoris mengkaji diabetes
- Tingkat sedimentasi eritrosit menyingkirkan arteritis sel raksasa.
- Kultur dan uji sensitivitas bisa digunakan untuk mengidentifikasi organisme penyebab dan menentukan terapi bagi palsy saraf keenam.

Tindakan Penanganan
- Pembedahan saraf (neurosurgery) perlu dilakukan jika pasien mengalami tumor atau aneurisma intrakranial
- Kortikosteroid dosis tinggi diberikan secara I.V (untuk arteritis sel raksasa)
- Antibiotik dengan dosis yang sangat besar bisa diberikan untuk infeksi.

Info artikel menarik lain silahkan baca Esofagitis Korosif (Esophagitis Corrosive), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Esofagitis Korosif

Inflamasi dan kerusakan esofagus akibat tercernanya zat kimiawi kaustik disebut Esofagitis Korosif (Esophagitis Corrosive) atau Kaustik. Cedera ini mirip dengan luka bakar, bisa bersifat sementara atau menyebabkan striktur permanen (penyempitan atau stenosis) di esofagus yang membutuhkan pembedahan korektif.
Cedera parah bisa cepat menyebabkan perforasi esofageal, mediastinitis dan kematian akibat infeksi, syok, dan hemoragi hebat (akibat perforasi aortik). Tipe dan jumlah zat kimiawi tercerna menentukan keparahan dan lokasi kerusakan.
Anak-anak biasanya menelan zat kimiawi dalam rumah tidak sengaja, sedangkan orang dewasa biasanya karena percobaan bunuh diri. Zat kimiawi bisa merusak mukosa atau submukosa saja, atau bisa merusak semua lapisan esofagus.


Penyakit Infeksi

Kerusakan esofageal terjadi dalam tiga fase : 
1. Fase Akut : edema dan inflamasi; 
2. Fase Laten : ulserasi, eksudasi, dan pengelupasan jaringan; dan 
3. Fase Kronis : pembentukan parut difusi.

Penyebab Esofagitis Korosif
- Tercernanya larutan alkali atau alkali kuat lainnya
- Tercernanya asam kuat (tidak sering terjadi)

Tanda dan Gejala Esofagitis Korosif
- Fase akut berlangsung selama 3 atau 4 hari
- Vomitus berdarah yang mengandung potongan jaringan esofageal (dalam kerusakan parah)
- DIsfagia disertai perkembangan striktur (biasanya dalam beberapa minggu)
- Perforasi esofageal dan mediastinitis terutama krepitasi (kehancuran seluruh esofagus)
- Demam (dalam infeksi sekunder)
- Tidak mampu bicara (dalam kerusakan laringeal)
- Tidak mampu menelan
- Salivasi terlihat jelas
- Kisaran dari nyeri yang tidak terasa sampai nyeri mendalam di dalam mulut dan dada anterior
- Takipnea

Uji Diagnostik
- Endoskopi (dalam waktu 24 jam setelah zat kimiawi tercerna) menunjukkan perluasan dan lokasi cedera esofageal dan mengkaji kedalaman luka bakar. Prosedur ini juga bisa dilakukan satu minggu setelah zat kimiawi masuk ke tubuh untuk mengkaji perkembangan striktur
- Penelanan barium juga mengkaji kerusakan esofageal dan dilakukan 1 minggu setelah zat kimiawi masuk ke tubuh dan selanjutnya setiap 3 minggu sesuai perintah untuk mengidentifikasi spasma atau fistula segmental

Tindakan Penanganan
- Penanganan konservatif meliputi pemantauan kondisi pasien dan pemberian medikasi sesuai perintah, antara lain opioid, kortikosteroid, dan antibiotik spektrum luas
- Bougienage : memasukkan alat tipis, fleksibel, dan silindris yang disebut bouge ke dalam esofagus untuk membuatnya berdilasi dan meminimalkan striktur.
- Perforasi esofageal bisa memerlukan pembedahan segera, dan bisa juga dilakukan di lain waktu untuk mengoreksi striktur jika tidak bisa ditangani dengan bougienage
- Pembedahan korektif : transplan sepotong kolon ke esofagus yang rusak. Bahkan setelah pembedahan, striktur bisa muncul kembali di tempat anastomosis
- Terapi I.V dilakukan untuk menggantikan cairan
- Nutrisi parenteral total diberikan jika pasien tidak bisa menelan, setelah ini pasien bisa perlahan-lahan meningkatkannya dengan cairan jernih dan makanan lunak.

Info artikel menarik lain silahkan baca Divertikula Esofageal (Esophageal Diverticula), sedangkan untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Esophageal Diverticula

                 Divertikula Esofageal (Esophageal Diverticula) merupakan kantung mukosal berlapis-epitelial yang menonjol dari lumen esofageal. Divertikula Esofageal diklasifikasikan menurut lokasinya : tepat di atas sfingter esofageal atas (tipe yang paling umum adalah divertikulum zenker atau pulsi), di dekat titik tengah dari esofagus (divertikulum traksi) dan tepat di atas sfingter esofageal bawah (divertikulum epinefrik).
Umumnya Divertikula Esofageal terjadi pada lansia, namun bisa juga menyerang bayi dan anak-anak dan tiga kali lebih sering menyerang pria daripada wanita. Divertikula zenker muncul pada pasien berusia 30 sampai 50 tahun.


Penyakit Dalam

Penyebab Divertikula Esofageal
- Penyebab utamanya adalah keabnormalan otot yang bisa kongenital atau proses inflamatorik yang berdekatan dengan esofagus

Divertikulum Zenker
- Kenaikan tekanan intraesofageal akibat semakin melemahnya otot faring posterior di atas batas otot krikofaringeal
- Tekanan saat menelan atau konstraksi faring sebelum relaksasi sfingter

Divertikulum Traksi
- Tekanan dari jaringan atau nodus limfa yang berdekatan dan terinflamasi
- Tuberkulosis

Tanda dan Gejala Divertikula Esofageal
- Di stadium awal pasien mengalami regurgitasi segera setelah makan, di stadium lanjut pasien mengalami regurgitasi tertunda (kemungkinan saat tidur) sehingga menyebabkan aspirasi makanan dan infeksi pulmoner
- Ada bunyi gaduh saat pasien menelan cairan, batuk kronis, suara parau, rasa tidak enak di mulut, dan halitosis
- Divertikulum traksi umumnya tidak menunjukkan gejala
- Divertikula traksi dan epinefrik dengan gangguan motorik yang berkaitan (akalasia atau spasma) : disfagia, mulas, dan regurgitasi akibat kondisi esofageal yang berkaitan, misalnya hernia hiatal, spasma esofageal difusi, akalasia, esofagitis, refluks, dan kanker
- Divertikulum zenker : awalnya pasien mengalami iritasi tenggorokan, sedangkan selanjutnya ia akan mengalami disfagia dan obstruksi nyaris-menyeluruh

Uji Diagnostik
- Esofagogram barium biasanya memastikan diagnosis dengan menunjukkan tonjolan kantung yang khas
- Esofagoskopi tidak dilakukan karena skop bisa masuk kedalam divertikulum dan menyebabkan ruptur
- Divertikulum traksi di diagnosis sebagai temuan insidential pada esofagogram barium.

Tindakan Penanganan
- Untuk divertikulum zenker yang kecil dan tidak menunjukkan gejala, penanganannya meliputi makanan lunak, penguyahan dengan benar, dan minum air putih setelah makan untuk membilas sakus sampai bersih. Pasien yang mengalami gejala bisa membutuhkan pembedahan untuk mengambil sakus atau mempermudah drainase. 
- Divertikulum traksi jarang membutuhkan terapi kecuali jika esofagitis meningkatkan resiko ruptur. Kemudian penanganannya meliputi antasid dan aturan antirefluks : menaikkan kepala, mempertahankan posisi tegak lurus selama 2 jam setelah makan, makan dalam jumlah sedikit, mengontrol batuk kronis, dan tidak mengenakan pakaian yang sesat.

Info artikel menarik lain silahkan baca Esophageal Cancer (Kanker Esofageal), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang usaha masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki pelajari infonya DISINI.

Esophageal Cancer

Kanker Esofageal yang hampir selalu berakibat fatal biasanya berkembang pada pria berusia lebih dari 60 tahun. Kanker Esofageal muncul diseluruh dunia, namun insidensinya bervariasi secara geografis. Kanker Esofageal paling sering muncul di Jepang, Rusia, Cina, Timur Tengah, dan wilayah Transkei di Afrika Selatan.
Tumor Esofageal biasanya tumbuh cepat seperti fungus dan merembes (infiltrasi). Sebagian besar tumor muncul di epitelium sel skuama, beberapa tumor merupakan edenokarsinoma, dan sedikit darinya masih berupa melanoma dan sarkoma.
Kanker Esofageal memiliki tingkat ketahanan hidup selama 5 tahun dan metastasis regional muncul dini melalui jalan limfatik mukosal. Metastasis menyebabkan komplikasi serius, misalnya fistula trakeoesofageal, mediastinitis dan perforasi aortik. Metastasis jauh umumnya terjadi di hati dan paru-paru.


Penyakit Dalam

Penyebab Kanker Esofageal

- Tidak di ketahui

Faktor Predisposisi

- Iritasi kronis yang disebabkan oleh kebiasaan merokok berat dan konsumsi alkohol secara berlebihan
- Defisiensi nutrisi
- Tumor di kepala dan leher sebelumnya
- Inflamasi yang dipicu stres

Tanda dan Gejala Kanker Esofageal

- Awalnya tidak menimbulkan gejala
- Disfagia (awalnya ringan dan intermiten; konstan di stadium lanjutan) dan berat badan turun
- Nyeri, suara parau, batuk dan obstruksi esofageal
- Kakeksia

Uji Diagnostik

- Sinar-X pada esofagus dengan tegukan barium dan studi motilitas bisa memperlihatkan kelainan struktural dan pengisian, serta peristalsis yang berkurang
- Pemeriksaan endoskopis pada esofagus, biopsi punch dan brush dan uji sitologis eksofiliat memastikan diagnosis

Tindakan Penanganan

- Pasien kanker esofageal membutuhkan terapi paliatif dengan penanganan untuk menjaga esofagus terbuka, termasuk dilasi esofagus
- Gastronomi dan jejunostomi bisa membantu memberi nutrisi yang cukup
- Pasien bisa menjalani terapi laser atau radiasi
- Kemoterapi dan terapi radiasi bisa memperlambat pertumbuhan tumor
- Pasien bisa membutuhkan pemasukan pipa prostetik (misalnya pipa celestin) untuk menjembatani tumor dan meringankan disfagia
- Pembedahan radikal bisa mengeksisi tumor dan mereseksi esofagus saja atau esofagus dan lambung
- Analgesik diberikan sesuai resep untuk meredakan nyeri.

Info artikel menarik lain silahkan baca Epistaksis (Epistaxis) - Mimisan, sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Epistaksis (Mimisan)

Epistaksis atau mimisan yaitu merupakan gangguan primer atau bisa terjadi karena adanya kondisi penyebab. Epistaksis (mimisan) pada anak-anak biasanya berasal dari septum nasal anterior dan cenderung ringan. Pada orang dewasa pendarahan seperti ini paling sering berasal dari septum posterior dan bisa parah. Epistaksis dua kali lebih banyak terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa.


Penyakit Karena Cedera

Penyebab Epistaksis
- Infeksi akut atau kronis, misalnya sinusitis atau rinitis yang menyebabkan kongesti dan akhirnya pendarahan dari pembuluh darah kapiler.
- Inhalasi zat kimiawi ke dalam tubuh yang mengiritasi mukosa nasal
- Polip
- Dekompresi mekanis mendadak (penyakit caisson) dan latihan berat
- Trauma karena penyebab eksternal atau internal : pukulan di hidung, tusukan di hidung, atau masuknya benda asing

Faktor Predisposisi
- Terapi antikoagulan
- Penggunaan aspirin pada basis kronis
- Diskrasia darah (hemofilia, purpula, leukemia, dan anemia)
- Telangiektasia hemoragis
- Penyakit hodgkin
- Hipertensi
- Gangguan neoplastik
- Demam reumatik
- Penyakit pembuluh sklerotik
- Skorbut
- Defisiensi vitamin K

Tanda dan Gejala Epistaksis
- Darah berwarna merah cerah yang keluar dari lubang hidung dan berasal dari hidung anterior
- Darah berwarna merah gelap atau cerah dari bagian belakang tenggorokan dan berasal dari hidung posterior (umumnya disalahartikan sebagai hemoptisis karena adanya ekspektorasi)
- Epistaksis menengah : pening, pusing, dan sedikit sulit bernapas
- Epistaksis parah : perembesan dibelakang septum nasal, ditelinga tengah dan di sudut mata
- Hemoragi parah (berlangsung lebih dari 10 menit setelah ditekan) : hipotensi, denyut nadi cepat dan meloncat-loncat, dispnea, dan pucat, darah yang hilang bisa mencapai 1 L/jam pada orang dewasa.

Uji Diagnostik
- Pemeriksaan dengan sinar terang dan spekulum nasal akan menentukan lokasi pendarahan
- Studi darah yang menunjukkan penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit secara bertahap umumnya tidak akurat jika dilakukan segera setelah Epistaksis terjadi karena adanya hemokonsentrasi
- Jumlah keping darah berkurang 
- Waktu protombin dan waktu tromboplastin parsial menunjukkan waktu koagulasi dua kali lebih cepat dari pada kontrol akibat gangguan pendarahan atau terapi antikoagulan

Tindakan Penanganan
- Pendarahan dihentikan dengan menempelkan bola katun yang dipenuhi dengan epinefrin ditempat pendarahan, dengan tekanan eksternal, dan dengan kauterisasi menggunakan elektrokauteri atau batang nitrat perak (pendarahan anterior)
- Metode untuk mengontrol pendarahan posterior antara lain memasukkan kateter balon nasal, penyumbatan dengan kasa (dimasukkan melalui hidung), atau penyumbatan post nasal (dimasukkan melalui mulut)
- Antibiotik tepat digunakan jika penyumbatan harus tetap di tempatnya selama lebih dari 24 jam
- Suplemen vitamin K diberikan untuk pendarahan parah
- Transfusi darah dan ligasi pembedahan atau embolisasi arteri yang berdarah diperlukan jika tindakan lokal gagal mengontrol pendarahan.

Info artikel menarik lain silahkan baca Epilepsi (Epilepsy), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Epilepsi

Epilepsi atau gangguan sawan merupakan kondisi otak yang ditandai dengan suseptibilitas terhadap sawan rekuren (kejadian paroksismal yang berkaitan dengan keluaran listrik abnormal oleh neuron di otak). Epilepsi  diyakini menyerang 1% - 2 % populasi. Prognosisnya baik jika pasien benar-benar mematuhi penanganan yang diberikan.Sawan rekuren diklasifikasikan sebagai status epileptikus parsial dan tergeneralisasi atau tidak diklasifikasikan. Beberapa pasien bisa mengalami lebih dari satu tipe sawan.


Penyakit Otak

Penyebab Epilepsi

- Tidak diketahui
- Anoksia
- Trauma lahir (suplai oksigen ke otak tidak cukup, inkompatibilitas darah atau hemoragi)
- Tumor otak
- Infeksi perinatal
- Cedera atau trauma kepala
- Penyakit infeksi (meningitis, ensefalitis, atau abses otak)
- Tercernanya toksin (merkuri, timah, atau karbon monoksida)
- Gangguan turun-temurun atau penyakit degeneratif, misalnya fenilketonuria
- Gangguan metabolik misalnya hipokalsemia, hipoglikemia, hipoparatiroidisme
- Stroke (hemoragi, trombosis atau embolisme)

Status Epileptikus

- Penghentian medikasi antikonvulsan secara tiba-tiba
- Trauma kepala akut
- Ensefalopati kepala akut
- Ensefalopati metabolik
- Septisema yang disebabkan oleh ensefalitis atau meningitis

Tanda dan Gejala Epilepsi

Sawan Parsial
- Gejala fokal yang muncul dari area otak setempat dan diklasifikasikan menurut efek pada kesadaran, bisa sederhana maupun kompleks
- Sawan parsial kompleks : berdurasi 1 sampai 3 menit, gangguan kesadaran, amnesia yang berkaitan dengan kejadian selama dan segera setelah sawan (karakteristik yang berbeda) dan kemungkinan beberapa kemampuan untuk mengikuti perintah sederhana selama rangkaian sawan
- Sawan parsial sederhana : durasi singkat, tidak ada kejadian yang mendahului atau memicu, biasanya tidak ada perubahan kesadaran, gejala sensorik, gejala otonomik (berkeringat, memerah, pupil berdilasi) dan gejala fisik (keadaan bermimpi, marah atau takut)

Sawan Tergeneralisasi

- Sawan absen : paling umum pada anak-anak, berdurasi 1 sampai 10 menit, ada sedikit perubahan pada tingkat kesadaran dengan mengedipkan atau memutar mata, pandangan kosong, dan sedikit menggerakkan mulut (saat serangan)
- Sawan Mioklonik : sentakan muskular singkat dan involunter di tubuh atau ekstremitas, kemungkinan muncul dalam tindakan ritmis, tidak ada perubahan pada LOC (level of consciousness)
- Sawan tonik-klonik tergeneralisasi : berdurasi 2 sampai 5 menit, pekikan keras saat serangan (akibat desakan udara dari paru-paru melalui pita suara), hilang kesadaran, tubuh jatuh dan kaku (fase tonik) disertai episode spasma otot dan relaksasi otot yang silih berganti (fase klonik), kemungkinan pasien menggigit lidah, mengalami inkontinensi, bernapas dengan susah payah, mengalami apnea, dan sianosis. Dan tanda gejala setelah sawan yaitu konfusi, sulit berbicara, mengantuk, letih, sakit kepala, sakit otot, lengan atau kaki lemah, dan kemungkinan tidur nyenyak
- Sawan Atonik : muncul pada anak-anak kecil umumnya pasien kehilangan tonus otot dan hilang kesadaran untuk sementara waktu

Status Epilektikus

- Sawan berlangsung lama secara abnormal (berlangsung lebih dari 5 menit) atau ketidakmampuan mendapatkan kesadaran secara penuh antara sawan
- Distres respiratorik

Uji Diagnostik

- CT-Scan dan MRI memberikan pembacaan yang padat mengenai otak dan bisa mengindikasikan keabnormalan pada struktur internal
- Keabnormalan paroksismal di EEG memastikan diagnosis dengan membuktikan pasien mempunyai kecenderungan kontinyu dalam mengalami sawan. EEG negatif tidak menyingkirkan epilepsi karena keabnormalan paroksismal muncul secara intermiten
- Uji lainnya meliputi studi glukosa dan kalsium serum, sinar-X tengkorak, pungsi lumbar, scan otak, dan angiografi serebral

Tindakan Penanganan

- Penanganan difokuskan pada identifikasi dan koreksi gangguan atau kondisi mendasar yang menyebabkan sawan
- Terapi obat disesuaikan dengan tipe sawan. Obat yang paling umum diberikan meliputi phenytoin (dilantin), carbamazepine (tegretol), dan primidone (mysoline) yang diberikan secara individu untuk sawan tonik-klonik tergeneralisasi dan sawan parsial kompleks.
- Asam valproic, clonazepam (klonopin), dan ethosuximide (zarontin) umumnya diberikan untuk sawan absen.

Info artikel menarik lain silahkan baca Epiglotiditis (Epiglottiditis), sedang untuk informasi alat kedokteran & kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Epiglotiditis

Epiglotiditis akut merupakan inflamasi epiglotis yang cenderung menyebabkan obstruksi jalan napas. Gangguan ini biasanya menyerang anak-anak berusia 2 sampai 8 tahun. Epiglotiditis merupakan keadaan darurat kritis yang bisa berakibat fatal pada 8% sampai 12% korban, kecuali jika diketahui dan ditangani dengan cepat dan tepat.


Penyakit Infeksi

Penyebab Epiglotiditis

- Infeksi hameophilus influenzae tipe B (Hib)
- Infeksi pneumokokus dan streptokokus kelompok A (kadang-kadang)

Tanda dan Gejala Epiglotiditis

- Susah bernapas, diindikasikan oleh hiperekstensi leher, posisi duduk tegak-lurus namun condong ke depan, dengan mulut terbuka, lidah menjulur dan lubang hidung mengembang
- Obstruksi jalan napas atas menyeluruh dalam waktu 2 sampai 5 jam setelah serangan
- Air liur menetes
- Disfagia
- Demam tinggi
- Retraksi dan ronki inspiratorik
- Iritabilitas dan gelisah
- Obstruksi laringeal akibat inflamasi dan edema epiglotis
- Sakit tenggorokan 
- Bunyi mendengkur

Uji Diagnostik

- Pada Epiglotiditis akut, pemeriksaan tenggorokan memperlihatkan epiglotis yang besar, mengalami edema, dan berwarna merah terang. Pemeriksaan semacam ini sebaiknya dilakukan setelah sinar-X leher lateral dan secara umum sebaiknya tidak dilakukan jika diduga obstruksinya besar atau tidak memungkinkan untuk dilakukan intubasi segera.

Tindakan Penanganan

- Anak yang menderita Epiglotiditis akut  dan obstruksi jalan napas bisa memerlukan intubasi ET darurat atau trakeotomi dan sebaiknya dipantau dalam unit perawatan intensif
- Pemberian cairan parenteral diperlukan untuk mencegah dehidrasi
- Indikasikan rangkaian antibiotik parenteral selama 10 hari (biasanya ampisilin, jika anak alergi terhadap penisilin, ganti dengan chloramphenicol atau antibiotik lain)
- Kortikosteroid bisa diberikan untuk mengurangi edema saat penanganan awal
- Terapi oksigen dan pemantauan kadar gas darah arterial mungkin sangat diperlukan
- Vaksin Hib direkomendasikan sebagai tindakan pencegahan oleh akademi pediatrik amerika yang dimulai saat anak berusia 2 bulan dan dilanjutkan sebesar 3 atau 4 dosis (tergantung pada pembuatnya).

Info artikel menarik lain silahkan baca Epicondilitis (Epicondylitis), sedang untuk infomasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Epicondilitis

Epicondilitis yang juga dikenal sebagai siku tenis (tennis elbow) dan bursitis epitroklear, merupakan inflamasi serat tendon supinator ekstensor di lengan atas di tempatnya biasa menempel pada Epicondilitis humeral lateral. Inflamasi ini menimbulkan nyeri akut atau sub akut. Jika tidak ditangani, Epicondilitis bisa membuat penderita lumpuh.


Penyakit Sendi

Penyebab Epicondilitis
- Aktivitas yang membutuhkan genggaman kuat, ekstensi pergelangan tangan melawan resistansi atau sering berotasi (misalnya saat bermain tenis)

Tanda dan Gejala Epicondilitis
- Nyeri siku yang perlahan-lahan semakin parah dan umumnya memancar ke lengan atas dan punggung tangan saat pasien mengenggam suatu benda atau memelintirkan sikunya
- Panas lokal, bengkak, dan keterbatasan jangkauan pergerakan (range of motion-ROM)
- Rasa perih di epicondilus lateral atau medial yang terlibat, atau kepala radius

Uji Diagnostik
- Sinar-X hampir selalu negatif
- Hasil uji neuromuskular bisa memperlihatkan genggaman yang lemah

Tindakan Penanganan
- Meliputi terapi anti-inflamatorik sistemik atau injeksi lokal kortikosteroid dan anestetik lokal
- Imobilisasi lengan dengan belatan dari lengan atas distal sampai siku bisa meringankan sakit
- Terapi panas (misalnya kompres hangat, diatermia gelombang pendek dan ultrasound) bisa bermanfaat, baik digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan diatermia
- Terapi fisik, yang terdiri dari manipulasi dan pemijatan untuk melepaskan tendon dari periosteum yang mengalami inflamasi kronis bisa di indikasikan
- Ban siku tenis telah menolong banyak orang. Ban ini yang diikat rapi disekeliling lengan atas sekitar 1" (2.5 cm) di bawah epicondilus membantu meringankan ketegangan di otot dan tendon lengan atas yang terserang
- Pembedahan untuk melepas tendon di epicondilus mungkin diperlukan jika tindakan lain gagal meringankan nyeri.

Info artikel menarik lain silahkan baca Endometriosis, sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

Endometriosis

Endometriosis adalah pembentukan jaringan endometrial di luar lapisan rongga uterin. Jaringan ektopik semacam ini umumnya terbatas di area pelvis, yang paling sering adalah disekitar ovarium, peritoneum uterovesikal, ligamen uterosakral, dan cul-de-sac, namun bisa muncul juga dibagian tubuh manapun.
Jaringan endometrial ektopik merespons stimulasi normal dengan cara yang sama dengan yang dilakukan endometrium. Selama menstruasi, jaringan ektopik mengalami pendarahan, sehingga menyebabkan jaringan di sekitarnya menjadi terinflamasi. Inflamasi ini menyebabkan fibrosis, adhesi (pelekatan) yang mengakibatkan nyeri dan infertilitas.
Endometriosis aktif biasanya muncul saat pasien berusia 30 sampai 40 tahun, terutama wanita yang terlambat hamil. Endometriosis tidak sering muncul pada pasien yang berusia kurang dari 20 tahun. Gejala parah Endometriosis bisa menyerang tiba-tiba atau berkembang selama bertahun-tahun. Gangguan ini biasanya menjadi semakin parah saat tahun-tahun menstruasi; setelah menopause, Endometriosis cenderung hilang. Komplikasi primer dari Endometriosis adalah infertilitas.


Penyakit Pada Wanita

Penyebab Endometriosis

- Tidak diketahui
- Suseptibilitas keluarga atau histerotomi terbaru bisa menjadi faktor predisposisi

Tanda dan Gejala Endometriosis

- Nyeri siklik di abdomen bawah, vagina, pelvis posterior, dan punggung yang dimulai 5 sampai 7 hari sebelum mens, mencapai puncaknya saat hari pendarahan dan berlangsung selama 2 sampai 3 hari
Tanda dan gejala lain tergantung pada lokasi jaringan ektopik :
- Kandung kemih : nyeri suprapubis, disuria, hematuria
- Serviks, vagina, dan perineum : pendarahan dari endapan endometrial di area-area tersebut saat mens
- Ovarium dan oviduk : infertilitas dan mens sangat banyak
- Ovarium atau cul-de-sac : dispareunia yang menusuk dalam
- Septum rektovaginal dan kolon : defekasi menyakitkan, pendarahan rektum saat mens, nyeri di koksik atau sakrum
- Usus kecil dan ependiks : kram abdominal, mual dan muntah, yang semakin parah sebelum mens.

Uji Diagnostik

- Laparoskopi digunakan untuk memastikan diagnosis dan menentukan stadium penyakit sebelum penanganan dimulai

Tindakan Penanganan

- Androgen, misalnya danazol diberikan pada stadium I dan II (bentuk ringan dengan endometria superfisial dan adhesi yang sangat tipis) bagi wanita muda yang ingin memiliki anak
- Progestin dan kontrasepsi hormonal juga bisa meringankan gejala
- Agonis hormon pelepas-gonadotropin bisa menekan produksi estrogen, karena bisa membuat perubahan atropik di jaringan endometrial ektopik dan bisa menyembuhkan
- Laparoskopi memungkinkan penguapan laser pada implan (diikuti dengan terapi hormon) atau bisa digunakan secara terapeutik untuk memicu adhesi lisis, membuang implan kecil dan kauterisasi implan
- Pembedahan bisa dibutuhkan untuk mencegah kanker (jika ada gumpalan di ovarium)
- Endometriosis parah mungkin membutuhkan histerektomi abdomen total dan kemungkinan salpingo-ooforektomi bilateral.

Info artikel menarik lain silahkan baca Endokarditis (Endocarditis), sedang untuk informasi alat kedokteran & alat kesehatan silahkan kunjungi www.duniaalatkedokteran.com.

 

Info PROPERTI

Info Alat Kedokteran

Peluang Bisnis!

Peluang Bisnis Kuliner Jepang MAU?
OTAYAKIMU | Spesialis Okonomiyaki & Takoyaki

Mengajak anda bergabung bersama kami untuk menjadi mitra kami.

Info Mitra / Waralaba :

Pin.5B28812B
Hp.081210707041
Email : Otayaki@yahoo.com
Twitter : @otayakimu
Website : www.otayaki.com/p/info-kerjasama.html