SEPUTAR INFO PENYAKIT DAN INFO KESEHATAN

Syok Kardiogenik (Cardiogenic Shock)

Share on :

Syok Kardiogenik (Cardiogenic Shock)

Syok Kardiogenik (Cardiogenic Shock) yang kadang-kadang dikenal sebagai gagal pompa merupakan kondisi berkurangnya output kardiak yang sangat mengganggu perfusi jaringan. Kondisi ini mencerminkan gagal jantung sisi kiri parah dan muncul sebagai komplikasi serius di hampir 15% pasien rawat inap yang menderita infarksi miokardial (MI) akut. Syok kardiogenik secara khas menyerang pasien yang area infarksinya melebihi 40% masa otot, pada pasien semacam ini tingkat kefatalannya bisa lebih dari 85%.

Penyebab Syok Kardiogenik (Cardiogenic Shock)
- Gagal jantung
- Amiloidosis kardial
- Kardiomiopati stadium akhir dan kardiomiopati lainnya
- MI (paling umum)
- Degenerasi miokardial
- Iskemia miokardial
- Disfungsi otot papiler
- Aritmia ventrikular



Tanda Dan Gejala Syok Kardiogenik (Cardiogenic Shock)
- Kulit dingin, pucat, lembab
- Sianosis
- Tekanan darah sistolik turun sampai 30 mmHg dibawah batas atau pembacaan terus menerus dibawah 80 mmHg yang tidak berkaitan dengan medikasi
- Tekanan denyut nadi menurun
- Oliguria (urin kurang dari 20 ml/jam)
- Respirasi cepat dan dangkal
- Gelisah, konfusi mental, dan penurunan kapasitas mental (obtundation)
- Takikardia

Uji Diagnostik
- Auskultasi mendeteksi ritme kencang dan bunyi jantung lemah; jika syok disebabkan oleh ruptur septum ventrikular atau otot papiler, desir holosistolik muncul
- Pemantauan tekanan arteri pulmoner memperlihatkan kenaikan PAP, kenaikan tekanan arteri baji pulmoner yang mencerminkan kenaikan tekanan akhir diastolik ventrikular kiri (afterload) yang disebabkan oleh ketidakcukupan pemompaan dan peningkatan resistansi vaskular periferal. Katerisasi termodilusi memperlihatkan penurunan indeksi kardiak (kurang dari 1,8 L/menit/ml)
- Pemantauan tekanan arterial invasif menunjukkan hipotensi akibat ejeksi ventrikular yang terganggu
- Kadar gas darah arterial bisa menunjukkan asidosis metabolik dan hipoksia
- Elektrokardiografi bisa membuktikan adanya MI akut, iskemia miokardial atau aneurisma ventrikular
- Kadar enzim serum menunjukkan kenaikan kreatinin kinasi (CK), laktat dehidrogenase (LD), aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase yang menunjukkan MI atau iskemia miokardial dan gagal jantung atau syok. Kadar isoenzim CK dan LD bisa memastikan MI akut
- Ekokardiografi (aliran warna doppler) menunjukkan fungsi ventrikular kiri, penyakit valvular, dilasi aneurismal, dan kelainan septal ventrikular.

Tindakan Penanganan
- Dopamine I.V.diberikan untuk meningkatkan output kardiak, tekanan darah, dan aliran ginjal, amrinone atau dobutamine I.V.diberikan untuk meningkatkan kontraktilitas miokardial
- Furosemide digunakan untuk meringankan kongesti pulmoner
- Nitroprusside (salah satu vasodilator) I.V.bisa digunakan dengan vasopresor untuk memperbaiki output kardiak dengan menurunkan resistansi vaskular papular (afterload) dan tekanan akhir diastolik ventrikular kiri (preload)
- Pompa balon intraaortik menyembuhkan perfusi arteri koroner dan meringankan beban kerja kardiak
- Penanganan bisa meliputi pompa bantuan ventrikular atau jantung artifisial untuk kasus parah yang sulit disembuhkan
- Angioplasti koroner transluminal perkutaneus atau graf bypass arteri koroner digunakan untuk menyediakan perfusi kembali dengan segera bagi lesi yang bisa ditangani.

Informasi Seputar Alat Kedokteran & Kesehatan klik DISINI.

 

Google+